Kebiasaan bermain berubah game online tidak sekadar hiburan lagi

Pertumbuhan pengguna teknologi digital ekosistem game online kini luas

Pragmatic Play menyajikan gameplay kreatif melalui fitur inovatif

Starlight Princess menampilkan cahaya bintang dengan tampilan modern

Gems Bonanza mengenal fitur peta warna dan fever mode gb1

Gems Bonanza panduan level pengali fever mode gb2

Dragon Hatch 2 pola gacor runtuhan naga terbaru dh4

Dragon Hatch mengenal fitur 3 telur naga pemicu combo dh1

Mahjong Ways tawarkan bonus galaxy 14 mode dengan hadiah variatif

Parlay alasan disiplin lebih penting dari nekat

Perangkat mobile dengan dukungan teknologi memasuki era baru game online

Perangkat mobile semakin bertenaga memasuki era baru pengalaman game online

Metode slot online cerdas agar keseimbangan lebih konsisten

Starlight Princess sajikan bonus infinity 163 mode dengan sistem dinamis

Pragmatic Play tawarkan bonus putaran ekstra dengan peluang menarik

Super scatter sajikan bonus instan cepat dengan efek interaktif

Perspektif Wild West Gold saat Mary Jane Veloso kembali dibicarakan

Perspektif Zeus vs Hades dalam arus berita Mary Jane Veloso

Game online kini tidak sekadar hiburan mudah diakses dari berbagai perangkat

Tidak sekadar hiburan kebiasaan bermain berubah game online semakin luas

Gates of Olympus menghadirkan kilatan energi dengan nuansa epik

Platform slot kekinian menghadirkan fitur modern berbasis inovasi digital

Gates of Olympus keunggulan fitur double chance z60

Gates of Olympus studi volatilitas dan sebaran petir z70

Caishen Wins panduan gamba roda free spins dan pengali cw2

Caishen Wins pola gacor simbol dewa rejeki masuk cw3

Teknik slot online praktis berbasis stabilitas lebih stabil

Mahjong Ways hal yang perlu diingat sebelum menarik kesimpulan

Di dalam game online fitur sosial membawa perubahan pada cara pengguna berinteraksi

Game online memasuki era baru perangkat mobile ikut berkembang

Metode slot online terarah agar keseimbangan lebih optimal

Starlight Princess evaluasi pengalaman pengguna melalui pendekatan ilmiah dalam lingkungan digital modern

Habanero tawarkan bonus stabil harian dengan sistem peluang konsisten

PGSoft rilis bonus visual dinamis dengan animasi lebih hidup

Telaah Candy Blitz di tengah pemberitaan Mary Jane Veloso terbaru

Telaah Starlight Princess membaca perubahan tren anak Krakatau

Arsitektur digital baru membawa mahjong menuju ekosistem teknologi

Fenomena transformasi dinamis pada sistem acak penelitian matematis adaptif

Gates of Olympus sajikan bonus petir dramatis dengan efek kuat

Habanero tawarkan bonus harian dengan sistem stabil

Mahjong Ways sajikan bonus kombinasi emas dengan jalur dinamis

Maju pesatnya ekosistem digital terintegrasi membawa Mahjong Ways 2 menuju pengalaman fleksibel

Penelitian matematis adaptif fenomena transformasi dinamis probabilitas kontemporer

Pragmatic Play tawarkan bonus spin inovatif dengan mekanisme adaptif

Slot online kekinian sajikan bonus modern dengan sistem adaptif

Starlight Princess hadirkan bonus cahaya kosmik dengan hadiah besar

Ekosistem digital terintegrasi memberikan ruang baru bagi mahjong

Gates of Olympus sajikan bonus petir berlapis dengan efek dramatis

Mahjong Ways hadirkan bonus simbol emas unik dengan nilai tinggi

Mahjong Ways sajikan bonus emas eksklusif dengan kombinasi baru

Penelitian matematis adaptif melalui probabilitas kontemporer sistem acak

kpkgg
Adek NurhadiArief SukmaraBeritaGolf ThailandIndra PutraKerugian NegaraKorupsi PertaminaMuhammad Umar SaidPT PISSidang TipikorYoki Firnandi

Hakim Adek Nurhadi Cecar Saksi Pertamina soal Golf di Thailand, Ungkap Aliran Dana Rp 70 Juta

— Paragraf 1 —

Ketua Majelis Hakim Adek Nurhadi mencecar Muhammad Umar Said, Manager Shipping Business Development PT Pertamina Internasional Shipping (PT PIS), terkait perjalanan golf di Thailand. Pertanyaan ini diajukan dalam sidang lanjutan kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.

— Paragraf 2 —

Umar Said dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Direktur Gas Petrochemical PT PIS, Arief Sukmara, dan Direktur PT Petro Energi Nusantara sekaligus Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi, Indra Putra.

— Paragraf 3 —

Perjalanan Golf di Thailand Terungkap di Persidangan

— Paragraf 4 —

Hakim Adek Nurhadi secara lugas meminta Umar Said untuk menceritakan inisiator perjalanan golf tersebut. “Itu yang punya inisiatif siapa? Yang golf?” tanya Nurhadi.

— Paragraf 5 —

Awalnya, Umar memberikan jawaban yang umum, sehingga hakim menegurnya agar memberikan keterangan yang sejujurnya, mengingat majelis hakim telah membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas namanya.

— Paragraf 6 —

Umar kemudian menyebutkan beberapa nama petinggi Pertamina, termasuk Arief Sukmara yang merupakan salah satu terdakwa, serta Direktur Utama PT PIS Yoki Firnandi, yang juga terdakwa dalam berkas perkara terpisah. “Jangan berubah lagi. Kalau berubah, ada dasarnya untuk berubah ya. Saya bertanya baik-baik. Jadi, yang saya minta tuh kejujuran saudara. Saudara sudah bersumpah. Jangan berubah-berubah enggak jelas,” tegas Hakim Adek memperingatkan.

— Paragraf 7 —

Detail Agenda dan Pembiayaan Golf

— Paragraf 8 —

Mendalami perencanaan dan pembiayaan acara golf, Umar menjelaskan bahwa ia dan beberapa orang lainnya diajak oleh Yoki Firnandi untuk bermain golf ke Thailand. “Golf ke Thailand saja gitu kan. Terus diminta untuk bawa alatnya sama tiket beli sendiri seperti itu. Sama nanti kita bayar sendiri seperti itu,” jelas Umar.

— Paragraf 9 —

Agenda golf ini berlangsung pada tahun 2014, setelah Pertamina menyelesaikan pengadaan dengan beberapa pihak swasta. Berdasarkan persidangan sebelumnya, sekitar 21 orang ikut dalam acara tersebut, baik dari pihak swasta maupun internal Pertamina.

— Paragraf 10 —

Kedua terdakwa, Arief Sukmara dan Indra Putra Harsono, turut serta dalam acara ini. Selain itu, hadir pula Yoki Firnandi, VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Agus Purwono, Direktur Feedstock dan Product Optimization PT KPI Sani Dinar Saifuddin, serta beberapa nama lainnya.

— Paragraf 11 —

Dari pihak swasta, beberapa nama yang ikut adalah Direktur Utama PT JMN Ario Wicaksono, Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN) Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak Gading Ramadhan Joedo.

— Paragraf 12 —

Umar menerangkan bahwa awalnya semua peserta berencana membayar sendiri. Namun, proses pemesanan hotel dan lapangan golf lebih dahulu dilakukan serta dibayar oleh Dimas Werhaspati. Akibatnya, Umar menyetor Rp 70 juta kepada Dimas sebagai pembayaran dari peserta dari PT PIS. “Saya bayar ke Pak Dimas kurang lebih Rp 70 juta, yang mulia, untuk dari teman-teman PIS,” lanjutnya.

— Paragraf 13 —

Uang tersebut merupakan transferan dari para petinggi PT PIS dengan angka yang bervariasi. Arief Sukmara disebut memberikan Rp 20 juta, Yoki mentransfer Rp 10 juta, dan Mantan Direktur Operasi PT PIS Brilian Perdana yang juga ikut golf, mentransfer Rp 10 juta. Beberapa orang lain juga mengirimkan uang kepada Umar, namun tidak dirinci dalam sidang.

— Paragraf 14 —

Hakim menyinggung pengakuan Dimas dan saksi lainnya yang menyebut total biaya golf mencapai Rp 380 juta. “Tahu ndak saudara, dapat informasi ndak, itu biaya secara keseluruhan dari perusahaan Dimas itu menyampaikan ada sekitar Rp 300-an juta biaya keluarnya?” cecar Hakim Adek. Umar mengaku baru mendengar informasi tersebut saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang pada 15 Januari 2026.

— Paragraf 15 —

Lebih lanjut, acara golf ini juga dihadiri oleh pihak di luar Pertamina dan PT JMN yang disebut Umar sebagai “brokers”. Umar mengaku baru mengenal orang-orang tersebut dalam acara golf di Thailand dan tidak mengetahui banyak detail karena bukan dia yang mengundang para peserta.

— Paragraf 16 —

Latar Belakang Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah

— Paragraf 17 —

Kasus yang menjerat Indra Putra dan Arief Sukmara masih merupakan satu rangkaian dengan berkas perkara sebelumnya, yaitu dari kasus Beneficial Owner PT OTM dan PT JMN, Muhamad Kerry Adrianto Riza dkk. Proyek penyewaan tiga kapal aset PT JMN diyakini merugikan negara senilai 9.860.514,31 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 9,8 juta dollar AS dan Rp 1.073.619.047,00 atau sekitar Rp 1,07 miliar.

— Paragraf 18 —

Muhamad Kerry Adrianto Riza telah dinyatakan bersalah dan divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 2,9 triliun subsider 5 tahun penjara. Sementara itu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT JMN, Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT JMN sekaligus Direktur Utama PT OTM, Gading Ramadhan Joedo, masing-masing divonis 13 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari penjara.

— Paragraf 19 —

Para terdakwa diyakini menyebabkan kerugian keuangan negara senilai total Rp 25.439.881.674.368,30 atau sekitar Rp 25,4 triliun dan 2.732.816.820,63 dollar AS atau sekitar 2,7 miliar dollar AS.

— Paragraf 20 —

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.

➡️ Baca Juga: KAI Bandung Siapkan 60.717 Tiket untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Libur Maulid Nabi

➡️ Baca Juga: Uniqlo dan Comptoir des Cotonniers Luncurkan Koleksi Fall/Winter 2026 dengan Gaya French Chic

Related Articles

Back to top button