Stephanie Poetri Memikat Musisi AS dengan Musik Hip-Dut Naykilla yang Eksklusif

Jakarta – Stephanie Poetri, penyanyi yang tengah bersinar di kancah internasional, berbagi kisah tentang usahanya memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya musik hip-dut (kombinasi hip hop dan dangdut), kepada teman-temannya di luar negeri. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan keinginannya untuk membuat keluarganya merasa bangga dengan perjalanan karier musiknya yang mendunia. Menurut Stephanie, sangat penting untuk mengekspresikan identitasnya sebagai seorang Indonesia. “Karena aku memiliki saudara-saudara dan banyak teman yang aku kenal sejak kecil, aku ingin melakukan sesuatu yang membuat mereka juga bangga,” ujarnya.
Menampilkan Budaya Lokal di Panggung Global
Stephanie selalu berusaha menyisipkan elemen budaya Indonesia dalam penampilannya di luar negeri. Ia sering menggunakan kain batik dalam berbagai bentuk, misalnya sebagai aksesori saat tampil di festival internasional. “Aku berusaha membawa hal-hal kecil yang mungkin tidak terlalu terlihat bagi orang asing, tetapi bagi penonton Indonesia, mereka akan langsung mengenali. Misalnya, saat aku menyanyi di festival, aku membeli kain batik dan mengikatnya menjadi sabuk. Penonton yang melihatnya pasti akan berkata, ‘Oh, itu sabuk batik!’,” jelasnya.
Pengalaman masa kecilnya menjadi motivasi besar bagi Stephanie. Ia merasa sangat bahagia setiap kali mendengar nama Indonesia disebut dalam media internasional. “Bagi aku, itu sangat penting. Ketika aku kecil, melihat hal-hal kecil seperti itu bisa membuatku merasa senang. Seperti saat menonton film dan mendengar kata ‘Indonesia’ atau ‘Jakarta’, aku merasa, ‘Oh, itu negaraku!’,” ungkapnya. “Oleh karena itu, aku selalu berusaha untuk menyisipkan elemen-elemen kecil yang bisa diidentifikasi oleh orang-orang yang memperhatikan,” tambahnya.
Mengenalkan Musisi dan Bahasa Indonesia
Selain kain batik, Stephanie juga berperan aktif dalam mempromosikan musisi lokal dan genre musik khas Indonesia kepada sahabatnya di Amerika Serikat. “Karena aku bekerja di Amerika, setiap kali bertemu orang baru, aku suka bertanya, ‘Kamu tahu Naykilla? Kamu tahu hip-dut?’ Aku senang bercerita tentang itu,” katanya. Menurutnya, lebih menarik untuk mengenalkan karya musik yang terinspirasi dari bahasa Indonesia dibandingkan merekomendasikan lagu-lagu berbahasa Inggris.
“Tentu saja, aku bisa merekomendasikan penyanyi-penyanyi Indonesia yang menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Namun, menurutku, lebih seru untuk memperkenalkan penyanyi yang menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia dengan sedikit campuran bahasa Inggris,” tambahnya. Pendekatan ini menunjukkan komitmennya untuk memperkenalkan keunikan musik Indonesia kepada dunia.
Respon Positif dari Pendengar Internasional
Usaha promosi yang dilakukan Stephanie Poetri menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ia mengungkapkan bahwa banyak teman-teman musisinya di luar negeri yang tertarik dengan lagu-lagu Indonesia yang ia rekomendasikan. “Sejauh ini, marketing yang aku lakukan cukup sukses, banyak teman-temanku di sini yang menyukai musik Naykilla,” katanya. Reaksi positif ini tentu saja menjadi motivasi tersendiri bagi Stephanie untuk terus mempromosikan musik hip-dut.
Ketika teman-teman internasionalnya pertama kali mendengar lagu-lagu Naykilla, mereka terkejut dan bertanya apakah benar lagu tersebut dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. “Mereka bertanya, ‘Ini bahasa Indonesia?’ dan aku menjawab, ‘Iya.’ Kemudian mereka menambahkan, ‘Kok terdengar seperti ada aksen bule?’ Aku pun menjawab, ‘Iya, memang lucu kan?’,” cerita Stephanie. Reaksi yang menggelikan ini menunjukkan bahwa meskipun mereka bukan orang Indonesia, teman-temannya dapat menikmati dan mengapresiasi nuansa yang berbeda dalam musik tersebut.
Kepuasan dalam Memperkenalkan Identitas Budaya
Melalui usaha yang konsisten, Stephanie Poetri berhasil menyalurkan kebanggaan sebagai seorang Indonesia kepada dunia internasional. Ia merasa bahwa membawa budaya lokal ke panggung global adalah hal yang sangat penting. “Istilah ‘hip-dut’ itu bukan hanya sekadar musik, tapi juga sebuah identitas. Aku ingin orang-orang di luar sana tahu bahwa musik ini berasal dari Indonesia dan memiliki keunikan tersendiri,” tegasnya.
- Memperkenalkan musik hip-dut sebagai identitas budaya.
- Mengetengahkan elemen-elemen budaya Indonesia dalam setiap penampilan.
- Berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan pendengar internasional.
- Menumbuhkan rasa penasaran terhadap musik Indonesia di kalangan musisi luar negeri.
- Menciptakan koneksi antara budaya lokal dan global melalui musik.
Visi Ke Depan untuk Musik Hip-Dut
Stephanie Poetri berkomitmen untuk terus mempromosikan musik hip-dut di panggung internasional. Ia percaya bahwa genre ini memiliki potensi yang besar untuk dikenal secara luas. “Aku ingin menjadikan hip-dut sebagai salah satu genre yang diperhitungkan di dunia musik global. Dengan cara ini, kita dapat memperkenalkan lebih banyak lagi musisi Indonesia kepada dunia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selain itu, ia juga berharap agar generasi muda Indonesia dapat merasakan dan mengapresiasi musik hip-dut. “Aku ingin generasi muda tidak hanya menikmati musik dari luar negeri, tetapi juga bangga dengan musik yang kita miliki. Harapannya, mereka bisa mengembangkan musik hip-dut ini dengan cara mereka sendiri,” tambahnya. Melalui visi ini, Stephanie ingin menjadikan musik hip-dut sebagai jembatan untuk menghubungkan budaya Indonesia dengan dunia luar.
Mendukung Musisi Lokal dan Kolaborasi
Stephanie juga mendukung kolaborasi antar musisi lokal dan internasional. Ia percaya bahwa kolaborasi dapat memperkaya genre musik dan membawa nuansa baru. “Aku sangat mendukung musisi lokal untuk berkolaborasi dengan musisi luar negeri. Dari sini, kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih besar dan lebih menarik,” kata Stephanie. Dengan kolaborasi, Stephanie yakin musik hip-dut dapat berkembang dan dikenal di panggung internasional.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem musik yang sehat. “Kita perlu dukungan dari label, media, dan masyarakat untuk bisa mencapai tujuan ini. Tanpa dukungan tersebut, akan sulit untuk memajukan musik hip-dut ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kesimpulan: Perjalanan yang Masih Panjang
Perjalanan Stephanie Poetri dalam memperkenalkan musik hip-dut Naykilla kepada dunia adalah contoh nyata dari dedikasi dan cinta terhadap budaya Indonesia. Dengan semangat yang tinggi, ia terus berusaha untuk membawa musik hip-dut ke level yang lebih tinggi dan mendapatkan pengakuan di kancah internasional. “Ini adalah perjalanan yang masih panjang, tetapi aku yakin dengan kerja keras dan dukungan semua orang, kita bisa mencapai tujuan kita bersama,” tutupnya dengan penuh harapan.
➡️ Baca Juga: Sinopsis dan Jadwal Tayang Film The Furious: Joe Taslim Ungkap Sindikat Kriminal
➡️ Baca Juga: Pajak Kijang Innova Reborn Diesel 2026: Perbandingan Manual dan Matic Terbaru




