Pipa 1.200 mm Bocor, BPAM Banjarbakula Beralih ke Penggunaan Intake Darurat

Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan air baku, Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula telah mengalihkan operasional ke sistem intake darurat yang memiliki kapasitas 120 liter per detik. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebocoran pipa transmisi utama berdiameter 1.200 mm yang terjadi di Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kebocoran Pipa 1.200 mm yang Mengganggu Pasokan Air
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut terdeteksi di wilayah Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan. Untuk mengatasi masalah ini, petugas langsung mematikan pompa di Intake Mandikapau dan menutup sejumlah katup yang terhubung dengan jalur pipa untuk menghentikan aliran air menuju titik kebocoran.
Tim BPAM saat ini tengah melaksanakan survei kondisi lapangan, memeriksa pipa yang terdampak, serta mempersiapkan alat berat dan material yang diperlukan untuk perbaikan. Salah satu alat yang diharapkan tiba di lokasi adalah ekskavator, yang akan sangat mendukung kegiatan teknis yang diperlukan untuk menangani kebocoran ini.
Estimasi Waktu Perbaikan
BPAM Banjarbakula memperkirakan bahwa proses perbaikan akan memakan waktu antara 5 hingga 10 hari. Estimasi tersebut mempertimbangkan berbagai tahapan yang harus dilalui sebelum sistem transmisi dinyatakan aman dan dapat dioperasikan kembali.
“Setelah perbaikan rampung, kami akan memulihkan pasokan air baku melalui jalur utama secara bertahap,” ungkap Wahyu, menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Usulan Revitalisasi Infrastruktur Jangka Panjang
Sebagai langkah strategis jangka panjang pasca-penanganan kebocoran, BPAM Banjarbakula telah mengajukan usulan untuk revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek ini diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2027 untuk mengurangi risiko kebocoran yang mungkin terjadi kembali pada jalur transmisi utama.
Wahyu menekankan bahwa revitalisasi infrastruktur sangat diperlukan untuk memperbaiki sistem yang rentan terhadap kebocoran dan meningkatkan keandalan pasokan air baku. Dengan demikian, risiko gangguan serupa dapat diminimalkan dan operasional penyaluran air baku dapat lebih terjaga.
Pemanfaatan Intake Darurat
Selama proses perbaikan berlangsung, BPAM Banjarbakula mengambil langkah proaktif dengan mengoperasikan intake darurat yang memiliki kapasitas debit sekitar 120 liter per detik. Ini merupakan solusi sementara untuk menjaga pasokan air baku di tengah gangguan yang terjadi pada jalur transmisi utama.
Wahyu menyadari bahwa kebocoran pada pipa utama berdampak signifikan terhadap operasional distribusi air baku. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan pompa darurat dan menyiapkan langkah-langkah pendukung lainnya, termasuk pengaturan aliran serta koordinasi dengan pihak terkait agar pasokan tetap berjalan selama proses perbaikan.
Upaya Meminimalisir Dampak Kebocoran
“Kami berusaha agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Meskipun ada gangguan akibat kebocoran pada pipa utama, kami terus berupaya mengoptimalkan sistem yang ada sehingga pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan,” ujar Wahyu.
Dalam penanganan kebocoran ini, tim teknis BPAM mengerahkan alat berat seperti ekskavator untuk mempercepat proses perbaikan. Wahyu juga mengonfirmasi bahwa material dan suku cadang yang dibutuhkan untuk perbaikan telah tersedia, sehingga tidak akan ada hambatan dalam penyelesaian tugas ini.
Pemantauan dan Komunikasi dengan Masyarakat
BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi akibat kebocoran pipa tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memastikan bahwa upaya perbaikan berlangsung efektif agar sistem transmisi utama dapat beroperasi kembali secara normal setelah pekerjaan dinyatakan aman.
Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan pasokan air baku dapat kembali stabil dan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi tanpa kendala. BPAM Banjarbakula berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga infrastruktur air baku yang ada demi kepentingan masyarakat luas.
➡️ Baca Juga: Berita Menghadapi Tantangan Ketika Model Belum Mampu Memberikan Hasil Optimal
➡️ Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Bagikan Momen Spesial Bersama Pasangan di Hari Boyfriend’s Day




