BP Tapera Dorong Pertumbuhan Perumahan Kalsel Raih Peringkat 7 Nasional

Pertumbuhan perumahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan perkembangan yang signifikan, menjadikannya sebagai salah satu provinsi dengan pencapaian tertinggi di Indonesia. Melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kalsel berhasil menempati peringkat ketujuh secara nasional dalam hal realisasi pembiayaan perumahan hingga tahun 2026. Dengan adanya dukungan dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), harapan untuk meningkatkan aksesibilitas perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin nyata.
Realisasi Program FLPP di Kalsel
Dalam sebuah forum yang diadakan di Banjarmasin, Kepala Sub Divisi Pemasaran Wilayah Barat BP Tapera, Ikhsanda Malik, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2026, program kredit perumahan rakyat (KPR) FLPP di Kalsel telah mencapai 5.702 unit. Angka ini menunjukkan bahwa Kalsel merupakan salah satu kontributor utama dalam realisasi program FLPP di Indonesia.
Secara lebih rinci, Ikhsanda menjelaskan bahwa Kalsel menempati posisi yang kuat dalam kontribusi terhadap program FLPP, meskipun provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah mencatat angka lebih tinggi, yaitu 31 ribu unit dan 11 ribu unit secara berturut-turut.
Tantangan dan Capaian
Walaupun mencapai pencapaian yang baik, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Ikhsanda mencatat penurunan dalam realisasi program FLPP di Kalsel dari tahun 2025. Pada Agustus 2025, Kalsel mencatat lebih dari 11 ribu unit, yang menunjukkan adanya penurunan yang perlu diatasi. Untuk mencapai target ambisius dari pemerintah yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah baru untuk rakyat, strategi dan sosialisasi yang lebih intensif perlu dilakukan.
- Penurunan realisasi dari tahun sebelumnya
- Strategi dan sosialisasi yang lebih baik diperlukan
- Target pembangunan 3 juta rumah baru
- Perlu dukungan dari berbagai pihak
- Fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah
Kondisi Rumah Tangga di Kalsel
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, terdapat sekitar 160 ribu rumah tangga di Kalsel yang belum memiliki tempat tinggal. Ini menjadi salah satu motivasi bagi BP Tapera untuk terus berupaya meningkatkan program FLPP dan memberikan akses lebih luas bagi masyarakat. Persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah di Kalsel mencapai 12,8 persen secara nasional, dengan Kota Banjarmasin sebagai wilayah dengan jumlah tertinggi, yaitu sekitar 48 ribu rumah tangga.
Di sisi lain, Kabupaten Balangan mencatat angka terendah, dengan sekitar 2.174 rumah tangga yang belum memiliki rumah. Data ini menunjukkan bahwa tantangan dalam memenuhi kebutuhan perumahan masih sangat besar, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk.
Program KPR-FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Program KPR-FLPP dirancang untuk membantu masyarakat dalam melakukan pembelian rumah dengan cara yang lebih terjangkau. Dengan cicilan yang ringan, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki akses untuk mendapatkan rumah yang layak. Beberapa kemudahan dalam program ini meliputi:
- Uang muka minimal hanya 1 persen
- Suku bunga yang sangat bersaing, yaitu 5 persen per tahun
- Pemerintah memberikan subsidi uang muka sebesar Rp4 juta
- Rumah yang diperjualbelikan sudah ditentukan oleh BP Tapera
- Hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah
Dalam hal penghasilan, Kalsel menetapkan batas maksimal berpenghasilan Rp9 juta bagi yang belum menikah dan Rp11 juta bagi yang sudah menikah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dalam memiliki tempat tinggal.
Peran Pemerintah dalam Sosialisasi Program
Ikhsanda menekankan pentingnya sosialisasi yang intensif oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat memahami manfaat dari program KPR-FLPP dan termotivasi untuk mengambil bagian dalam program ini. Upaya sosialisasi ini tidak hanya akan meningkatkan kesadaran, tetapi juga akan membantu dalam mencapai target pembangunan rumah baru secara nasional.
Melalui kolaborasi antara BP Tapera dan pemerintah daerah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi terkait program KPR-FLPP, sehingga mereka dapat mengambil langkah untuk memiliki rumah yang layak. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan
Dengan pencapaian yang telah diraih dalam pertumbuhan perumahan Kalsel, BP Tapera menunjukkan komitmen untuk terus mendorong akses perumahan yang berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program FLPP dan KPR, diharapkan lebih banyak rumah yang bisa dibangun dan diakses oleh masyarakat. Setiap langkah yang diambil untuk memperbaiki akses perumahan akan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, BP Tapera, dan masyarakat, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap individu dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan berkualitas. Pertumbuhan perumahan Kalsel yang terus berlanjut menjadi sinyal positif untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di provinsi ini.
➡️ Baca Juga: Lirik Lagu Nadhif Basalamah yang Abadi dan Bergema Sepanjang Masa
➡️ Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT April 2026: Cek Status Penerima Secara Online




