uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
Teknologi

Zoom Luncurkan AI Terbaru untuk Mengubah Percakapan Menjadi Tindakan Efektif

Jakarta – Dalam era digital yang semakin berkembang, kebutuhan untuk mengelola informasi secara efisien menjadi semakin penting. Mengingat banyaknya data yang dihasilkan dari percakapan sehari-hari di platform komunikasi, Zoom telah meluncurkan inovasi kecerdasan buatan terbaru mereka dalam acara Zoomtopia 2026. Pembaruan ini dirancang untuk mengubah cara kita berinteraksi dan mengambil tindakan berdasarkan informasi yang diperoleh selama percakapan. Fokus utama dari inovasi ini adalah untuk memastikan bahwa informasi tidak hanya terekam dalam bentuk catatan, tetapi juga dapat diolah menjadi tindakan nyata yang mendukung produktivitas dan kolaborasi.

Inovasi AI Terbaru: Unified Context Layer

Salah satu inovasi terpenting yang diperkenalkan oleh Zoom adalah Unified Context Layer, sebuah lapisan konteks terpadu yang menghubungkan berbagai informasi dari aplikasi Zoom Workplace, Zoom CX, serta aplikasi pihak ketiga. Dengan adanya lapisan ini, Zoom bertujuan untuk memudahkan pengguna dan agen AI dalam memahami konteks pekerjaan secara menyeluruh. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada pencarian informasi dari berbagai sumber secara terpisah.

Menghubungkan Berbagai Sumber Informasi

Unified Context Layer dirancang untuk mengintegrasikan data dari berbagai interaksi seperti rapat, panggilan telepon, chat, dan layanan pelanggan. Informasi yang dihasilkan dapat mencakup keputusan yang diambil, hubungan antarpengguna, serta perkembangan penting yang perlu ditindaklanjuti. Dengan cara ini, agen AI tidak perlu lagi merujuk kembali ke tumpukan dokumen dan transkrip setiap kali menerima pertanyaan. Semua informasi yang diperlukan telah dirangkum dan dihubungkan, memungkinkan agen AI untuk memberikan jawaban yang cepat dan relevan.

  • Pengurangan biaya operasional hingga 65% dibandingkan dengan model AI tradisional
  • Mempermudah koordinasi antara agen AI di berbagai produk dan aplikasi
  • Meningkatkan efisiensi dalam pengolahan informasi
  • Menjembatani kesenjangan antara percakapan dan tindakan
  • Menawarkan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi

Velchamy Sankarlingam, Presiden Produk dan Teknik di Zoom, menjelaskan bahwa peran AI kini telah berkembang melampaui hanya membantu percakapan, tetapi juga mendukung tindak lanjut setelah percakapan selesai. “AI tidak lagi hanya membantu orang melakukan percakapan yang lebih baik. AI juga membantu organisasi mengambil tindakan berdasarkan percakapan tersebut,” ungkap Velchamy.

Pembaruan di Zoom Workplace untuk Meningkatkan Produktivitas

Selain Unified Context Layer, Zoom juga meluncurkan serangkaian pembaruan pada Zoom Workplace yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas komunikasi, pencatatan rapat, dan penyelesaian tugas. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Touch Up My Voice, yang dirancang untuk meningkatkan kejernihan suara pengguna selama rapat. Fitur lain yang juga mendapat pembaruan adalah Voice Translator, yang kini dilengkapi dengan kemampuan Translate.

Fitur Voice Translator yang Ditingkatkan

Dengan pembaruan ini, pembicara dapat menyiarkan audio terjemahan kepada seluruh peserta tanpa memerlukan lisensi terpisah untuk setiap pendengar. Teknologi kloning suara juga memungkinkan hasil terjemahan untuk mempertahankan karakter suara pembicara, menjadikan pengalaman komunikasi lebih natural dan efektif.

Di sisi video, Zoom memperkenalkan fitur Host Correction, yang memanfaatkan teknologi AI untuk menyesuaikan tampilan peserta ketika mereka mengalihkan pandangan dari kamera. Penyesuaian ini bekerja dengan baik dalam rentang vertikal hingga 17 derajat, memberikan pengalaman rapat yang lebih baik bagi semua peserta.

Peningkatan Fitur My Notes

Pembaruan lain yang signifikan adalah pada fitur My Notes. Melalui fitur Follow the Meeting, sistem dapat secara otomatis membuat catatan dan transkrip untuk rapat yang tidak dapat dihadiri pengguna atau yang ditinggalkan sebelum selesai. Selain itu, fitur Screen Capture in Transcript akan menempatkan tangkapan layar pada penanda waktu yang relevan dengan konteks percakapan.

  • Pembaruan My Notes untuk kemudahan pencatatan
  • Integrasi dengan perangkat perekam pihak ketiga
  • Pembuatan rangkuman otomatis ke berbagai platform
  • Peningkatan efisiensi dalam kolaborasi tim
  • Memudahkan akses informasi pasca-rapat

Zoom juga bekerja sama dengan D1 untuk meluncurkan perangkat perekam seukuran kartu kredit yang dapat merekam dengan satu tombol dan dijadwalkan tersedia pada bulan November. Selain itu, kolaborasi dengan Boda untuk perangkat perekam yang dapat dikenakan juga diumumkan, menambah opsi bagi pengguna untuk merekam rapat dengan lebih praktis.

AI dalam Zoom CX dan Solusi Penjualan

Zoom tidak hanya fokus pada pembaruan di Zoom Workplace, tetapi juga memperkenalkan inovasi dalam platform Zoom CX. Di sini, mereka meluncurkan profil pelanggan dengan konteks lintas kanal dan riwayat interaksi, yang memungkinkan agen layanan pelanggan memahami masalah yang dihadapi tanpa harus memulai dari awal.

Peningkatan Layanan Pelanggan dengan Zoom Virtual Agent

Zoom Virtual Agent kini juga diperluas ke kios fisik untuk sektor ritel, kesehatan, dan layanan keuangan. Dengan CX Insights, agen dapat menggunakan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari dan mengelola tindakan lanjutan, seperti menjadwalkan sesi pelatihan dan menandai kekurangan staf.

Selain itu, Zoom memperkenalkan ZCX Source Hub yang memungkinkan agen untuk mengakses informasi kasus, kontak, dan peluang tanpa harus berpindah aplikasi, meningkatkan efisiensi dalam penyelesaian masalah pelanggan.

Model Harga dan Peningkatan Acara

Dari sisi komersial, Zoom mengumumkan model harga berbasis pengeluaran tahunan untuk Zoom CX, yang menggabungkan belanja aplikasi dan kemampuan AI dalam satu anggaran. Untuk acara, Content Studio kini dapat mengolah satu rekaman menjadi berbagai format konten dalam berbagai bahasa, termasuk klip pendek dan gambar tanpa harus mengandalkan penyuntingan video tradisional.

Optimalisasi Pengaturan Acara dan Analisis Data

Dengan menggunakan AI, Zoom berupaya untuk meningkatkan efisiensi pengaturan acara dan analisis data, termasuk keterlibatan peserta. Fitur ini memungkinkan penyelenggara acara untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana peserta berinteraksi selama acara berlangsung.

Zoom Revenue Accelerator: Mempermudah Proses Penjualan

Zoom juga memperkenalkan kemampuan baru dalam Zoom Revenue Accelerator, yang membantu agen dalam menyaring dan memprioritaskan prospek serta mengelola komunikasi lanjutan. Fitur ini memungkinkan agen untuk menangani transaksi dengan lebih efisien, termasuk mendeteksi jika sebuah transaksi terindikasi mandek dan memberi tahu manajer penjualan sebelum peluang tersebut memengaruhi pendapatan.

Versi pertama dari fitur ini direncanakan akan diluncurkan pada bulan Oktober 2026, sesuai dengan pemaparan dalam presentasi. Hal ini menunjukkan komitmen Zoom untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi yang mendukung produktivitas dan efektivitas tim.

Prioritas di Asia Pasifik dan Tata Kelola Data

Dalam sesi tanya jawab, Velchamy juga menekankan bahwa Asia Pasifik merupakan salah satu wilayah prioritas bagi Zoom. Perusahaan ini memahami kebutuhan organisasi di kawasan tersebut untuk mengimplementasikan AI dalam alur kerja yang sesuai dengan bahasa dan perlindungan data yang diperlukan. Zoom juga menawarkan kemampuan penyimpanan data berdasarkan wilayah, termasuk untuk transkrip, rangkuman rapat, dan catatan audio.

Secara keseluruhan, Zoomtopia 2026 menegaskan pentingnya konteks terpadu sebagai fondasi untuk menghubungkan percakapan dengan tindakan lanjutan. Melalui berbagai pembaruan di Zoom Workplace, CX, acara, dan solusi penjualan, Zoom berkomitmen untuk membuat informasi yang dihasilkan dari setiap interaksi lebih mudah diakses dan dimanfaatkan baik oleh manusia maupun agen AI.

➡️ Baca Juga: Bus ‘Oleng’ di Pegunungan Kashmir Mengakibatkan 21 Korban Jiwa

➡️ Baca Juga: Ucapan Idulfitri dalam Bahasa Inggris yang Menarik untuk Dibagikan di Media Sosial

Related Articles

Back to top button