Iguana Jumbo 30 Meter Menjadi Daya Tarik Utama di Lembang Street Carnival 2026

Pada tanggal 13 Agustus 2026, sebuah replika iguana raksasa yang panjangnya sekitar 30 meter mengejutkan pengunjung di Lembang. Kemunculan iguana jumbo ini menjadi daya tarik utama dalam Lembang Street Carnival, sebuah festival budaya yang menyatukan warga dan pengunjung dari berbagai daerah.
Atraksi Utama di Lembang Street Carnival 2026
Replika iguana ini adalah hasil karya dari Karang Taruna Desa Cikahuripan, yang berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung. Dengan detail yang sangat mengesankan, iguana ini memiliki kepala besar, mulut yang terbuka lebar, dan sisik yang dirancang menyerupai iguana asli. Keberadaannya yang megah di tengah kerumunan menjadikannya pusat perhatian dan banyak orang yang tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen saat iguana raksasa ini melintas di sepanjang jalur pawai.
Proses Kreatif di Balik Pembuatan
Ketua Karang Taruna RW 06 Desa Cikahuripan, Ibnu, menjelaskan bahwa pembuatan replika iguana ini melibatkan kerja keras dan kolaborasi dari sekitar 70 anggota. Pengerjaan dilakukan dalam waktu satu bulan dengan semangat gotong royong, memanfaatkan bahan-bahan limbah seperti kayu dan kertas untuk menciptakan karya seni yang luar biasa ini.
“Kami mengolah limbah kayu dan kertas menjadi sebuah replika yang menarik. Semua ini dilakukan secara swadaya, dengan harapan bisa memberikan sesuatu yang unik untuk festival tahun ini,” ungkap Ibnu.
Biaya dan Tantangan dalam Pembuatan
Menurut Ibnu, total biaya yang dikeluarkan untuk membuat iguana jumbo ini mencapai sekitar Rp7 juta. Seluruh proses dari awal hingga akhir dilakukan dengan penuh dedikasi dan kreativitas, sehingga menjadikan replika ini tidak hanya sekadar karya seni, tetapi juga simbol kebersamaan dan kerja keras masyarakat setempat.
Harapan untuk Meraih Juara
Ibnu menyatakan keyakinannya bahwa Desa Cikahuripan akan meraih hasil terbaik dalam pawai budaya kali ini. Dengan ukuran yang sangat besar dan tingkat detail yang tinggi, ia merasa bahwa replika iguana ini memiliki peluang besar untuk mendapatkan penghargaan.
“Kami sangat optimis bisa meraih juara. Keunggulan kami tidak hanya pada ukuran, tetapi juga pada proses pembuatannya yang melibatkan banyak orang,” ujarnya penuh semangat.
Replika Lain yang Menarik Perhatian
Tidak hanya iguana jumbo, Karang Taruna Desa Sukajaya RW 03 juga menampilkan atraksi yang tak kalah menarik, yaitu replika Maung Bodas Padjajaran. Konsep ini dipadukan dengan figur Prabu Siliwangi, yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Sunda, dan Dewi Padi sebagai simbol kesuburan tanah.
Makna di Balik Replika Maung Bodas Padjajaran
Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya RW 03, Agung, menjelaskan bahwa pemilihan konsep ini memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat kuat dalam budaya Sunda. “Kami mengambil Maung Bodas Padjajaran sebagai ikon budaya Sunda, dan menambahkan Prabu Siliwangi serta Dewi Padi untuk memberikan makna yang lebih mendalam,” ujarnya.
Dengan konsep yang kaya akan nilai sejarah ini, Agung berharap bisa menarik perhatian lebih banyak pengunjung dan menunjukkan betapa kayanya budaya lokal.
Kesimpulan: Merayakan Budaya dan Kreativitas
Lembang Street Carnival 2026 bukan hanya sekadar festival, tetapi juga sebuah perayaan kreativitas dan kebersamaan masyarakat. Dengan atraksi-atraksi unik seperti iguana jumbo dan replika bersejarah lainnya, acara ini berhasil menciptakan momen berkesan bagi semua yang hadir. Baik Karang Taruna Desa Cikahuripan maupun Desa Sukajaya telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, mereka dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa dan menginspirasi banyak orang.
➡️ Baca Juga: Kepolisian Ceko Ungkap 47 Kasus Pengaturan Skor, Pemain dan Wasit Terkena Sanksi Langsung
➡️ Baca Juga: Olahraga Intensitas Sedang untuk Menjaga Kebugaran Tanpa Membebani Tubuh Secara Berlebihan




