Coding Camp 2026 Melahirkan Lebih dari 3.000 Talenta Digital Berkualitas Baru

Jakarta – Coding Camp 2026 yang didukung oleh DBS Foundation telah berhasil meluluskan lebih dari 3.000 siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding Indonesia, yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang relevan di era ekonomi digital. Dalam sambutannya, Karen Ngui, Head of DBS Foundation, menekankan bahwa lulusan Coding Camp 2026 adalah bukti nyata potensi yang dapat dicapai ketika generasi muda diberi kesempatan dan keterampilan yang tepat. “Kami meyakini bahwa pemanfaatan teknologi dan kemajuan AI dapat menjadi pendorong utama bagi kemajuan dan dampak positif,” ungkap Karen saat acara kelulusan yang berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus 2026.
Komitmen untuk Memberdayakan Generasi Muda
Sejak menjalin kemitraan dengan Dicoding pada tahun 2023, DBS Foundation telah mendukung lebih dari 229.000 generasi muda di seluruh Indonesia dalam memperoleh keterampilan digital yang dibutuhkan untuk masa depan mereka. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan 620.000 individu dalam membangun ketahanan finansial hingga 2029,” tambahnya. Karen juga mengungkapkan bahwa program Coding Camp akan diperluas ke lebih banyak perguruan tinggi dan SMK di seluruh Indonesia.
Perluasan Jangkauan Program di Coding Camp 2026
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Coding Camp 2026 memperluas dampaknya dengan melatih 107 guru SMK. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengajarkan teknologi yang relevan secara berkelanjutan di sekolah mereka. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dr. Imam Machdi, mengajak para talenta digital untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak. “Kami menghargai kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding Indonesia dalam melatih talenta digital. Kepada para lulusan, kalian memiliki kemampuan untuk menciptakan mesin yang berfikir, maka gunakanlah untuk memberikan solusi bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Visi untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Muhammad Muchlas Rowi, menekankan pentingnya pengembangan talenta digital untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia industri. “Selamat kepada semua peserta yang telah berhasil menyelesaikan Coding Camp 2026. Kami juga memberikan apresiasi tinggi kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas pelaksanaan program ini yang sangat baik. Melihat hasil capstone project yang luar biasa, saya yakin anak-anak kita memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Muchlas.
Detail Program Pelatihan Digital
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menjelaskan bahwa peserta dalam program ini menjalani pelatihan intensif selama 946 jam. Kurikulum mencakup jalur karier di bidang Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering, serta pelatihan dalam literasi bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, dan literasi keuangan yang diberikan oleh para praktisi industri. Pada tahun 2026, program ini mencapai tingkat kelulusan sebesar 88,9%, dengan 98% lulusan melaporkan peningkatan dalam pengetahuan finansial mereka.
- Lebih dari 80% peserta berasal dari kota kecil dan menengah di Indonesia.
- 35% peserta merupakan perempuan, menunjukkan keberagaman dalam program.
- Tingkat kelulusan mencapai 88,9% di tahun 2026.
- 98% lulusan melaporkan peningkatan pengetahuan finansial.
- Kurikulum mencakup berbagai bidang keterampilan teknis dan non-teknis.
Merayakan Keberhasilan dan Penghargaan
Acara kelulusan tidak hanya menjadi momen perayaan bagi para peserta, tetapi juga menandai awal dari perjalanan baru mereka untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi demi menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Narenda menambahkan, “Kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam misi mulia DBS Foundation untuk membangun ketahanan sosial dan finansial.” Selain merayakan kelulusan, acara ini juga memberikan sembilan penghargaan kepada peserta berprestasi, institusi pendidikan, dan relawan yang berkontribusi pada keberhasilan program.
Pentingnya Akses Pendidikan Teknologi
Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Indonesia, kebutuhan akan talenta digital yang terampil semakin meningkat. Sayangnya, masih banyak generasi muda yang menghadapi kesenjangan dalam akses terhadap pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, pengalaman praktis, serta dukungan untuk meningkatkan kesiapan kerja. Coding Camp hadir sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan teknologi, memperkuat kesiapan kerja, dan memastikan lebih banyak generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi secara aktif dalam ekonomi digital.
Peran Coding Camp dalam Menjawab Kebutuhan Industri
Sejak tahun 2023, Coding Camp yang didukung oleh DBS Foundation telah menjangkau lebih dari 229.000 penerima manfaat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dalam dua tahun terakhir, program ini telah memberikan pelatihan intensif kepada lebih dari 6.400 mahasiswa dan siswa SMK, menumbuhkan kemampuan mereka dalam bidang teknologi.
Melalui inisiatif Coding Camp, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperluas akses pendidikan teknologi, meningkatkan kesiapan kerja generasi muda, dan mendorong pengembangan talenta yang mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Dengan fokus pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan, Coding Camp 2026 menjadi langkah signifikan dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan di era digital.
➡️ Baca Juga: UNIFIL Selenggarakan Upacara Peringatan bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
➡️ Baca Juga: Kepolisian Ceko Ungkap 47 Kasus Pengaturan Skor, Pemain dan Wasit Terkena Sanksi Langsung



