Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot depo 10k slot depo 10k
Megapolitan

Gubernur Pramono: Peran Muhammadiyah dalam Sejarah Halalbihalal dan Persatuan Warga Jakarta

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini menghadiri acara halalbihalal yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi peluang untuk menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat melalui tradisi yang sudah terintegrasi dalam budaya lokal.

Peran Muhammadiyah dalam Masyarakat

Dalam sambutannya, Pramono menyoroti kontribusi signifikan yang diberikan oleh Muhammadiyah dalam pengembangan sosial dan kebangsaan. Ia menjelaskan bahwa organisasi ini berperan penting dalam mengintroduksi dan melestarikan tradisi halalbihalal, yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia.

Tradisi Halalbihalal yang Positif

Pramono menyatakan, “Muhammadiyah melihat halalbihalal sebagai tradisi yang sangat positif dan khas Indonesia, yang harus terus dipertahankan. Tradisi ini mengandung dua nilai penting: silaturahmi dan saling memaafkan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung praktik baik ini.” Pernyataan ini disampaikan di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta pada tanggal 4 April.

Sejarah Istilah Halalbihalal

Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menjelaskan bahwa istilah halalbihalal memiliki riwayat yang panjang di dalam tradisi Muhammadiyah. Istilah ini pertama kali muncul dalam penerbitan Majalah Suara Muhammadiyah pada tahun 1924 dengan sebutan “Chalal bil Chalal”. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut berevolusi menjadi “Alal Bahalal”, yang digunakan sebagai media untuk memperkuat hubungan sosial antar masyarakat.

Transformasi Tradisi

Saat ini, istilah halalbihalal telah dikenal luas dan menjadi tradisi tahunan yang dirayakan oleh masyarakat. “Jika Muhammadiyah tidak memulai dan merintis tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, situasi masyarakat hari ini mungkin akan sangat berbeda. Muhammadiyah justru menegaskan bahwa halalbihalal adalah sunnah hasanah, sebuah tradisi yang baik,” ujarnya.

Relevansi Halalbihalal di Jakarta

Pramono menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi halalbihalal sangat relevan untuk kehidupan masyarakat perkotaan, terutama di Jakarta. Tradisi ini dinilai memiliki potensi untuk merangkul perbedaan dan membangun kesatuan dalam keberagaman.

Jakarta sebagai Rumah Bersama

“Sangat penting bagi Jakarta untuk menjadi rumah bagi semua golongan, agama, dan kelompok. Kita harus memperlakukan semua individu secara adil dan terbuka,” tegasnya. Dalam konteks ini, halalbihalal berfungsi sebagai jembatan untuk memperkuat hubungan antarwarga.

Kolaborasi dengan Muhammadiyah

Selain itu, Gubernur Pramono mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan Muhammadiyah untuk berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dukungan terhadap Program Pemutihan Ijazah

Salah satu inisiatif yang mendapat dukungan adalah program pemutihan ijazah yang ditujukan bagi ribuan warga Jakarta. Program ini dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah.

  • Program pemutihan ijazah untuk lebih dari 6.000 warga Jakarta.
  • Keterlibatan berbagai organisasi masyarakat dalam program pemerintah.
  • Peran aktif Muhammadiyah dalam mendukung kebijakan publik.
  • Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sebagai kunci pembangunan.
  • Partisipasi masyarakat dalam pembangunan tanpa bergantung pada APBD.

Kepercayaan Publik sebagai Fondasi

Pramono menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan kota yang lebih baik. Ia berpendapat bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama yang mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai proyek pembangunan.

Membangun Kepercayaan Bersama

“Banyak proyek pembangunan di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Ini adalah hasil dari upaya membangun kepercayaan bersama,” pungkasnya. Ke depan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah diharapkan semakin diperkuat.

Mewujudkan Jakarta yang Inklusif

Gubernur Pramono menekankan bahwa kemitraan yang kuat antara pemerintah dan Muhammadiyah diyakini akan mendukung tercapainya visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan Jakarta yang lebih baik untuk semua.

Dengan demikian, peran Muhammadiyah dalam tradisi halalbihalal bukan hanya sebagai penggerak budaya, tetapi juga sebagai pendorong persatuan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Tradisi ini menjadi simbol kekuatan dalam keberagaman dan pentingnya saling memahami antar sesama warga.

➡️ Baca Juga: Penumpang Pesawat Waspada, BMKG Deteksi Ancaman Turbulensi Hebat di Wilayah Indonesia Timur

➡️ Baca Juga: Kali Angke dan Pesanggrahan Meluap, 12 RT dan Empat Ruas Jalan Jakarta Barat Terendam Banjir

Related Articles

Back to top button