Ariel Noah Ungkap Kelebihan Bagasi, Perlengkapan Band Pernah Mencapai 1 Ton

Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu Ariel, yang dikenal sebagai vokalis band Noah, baru-baru ini berbagi pengalaman menarik terkait dengan banyaknya barang bawaan yang dibutuhkan grupnya saat melakukan perjalanan untuk konser di luar kota. Dalam sebuah wawancara di program YouTube yang dipandu oleh pengamat musik Soleh Solihun, Ariel mengungkapkan bahwa perlengkapan panggung yang mereka bawa pernah memiliki total berat mencapai satu ton. Pengalaman ini menggambarkan tantangan yang dihadapi musisi ketika berurusan dengan kelebihan bagasi, terutama saat harus mempersiapkan pertunjukan di kota-kota yang berbeda.
Kelebihan Bagasi: Tantangan yang Dihadapi Musisi
Ariel menjelaskan, saat Noah bersiap untuk tampil di luar kota, dirinya tidak hanya fokus pada aspek menyanyi. Ia juga turut memikirkan berbagai kebutuhan teknis bersama timnya, termasuk cara mengatur barang bawaan agar perjalanan tetap efisien. Hal ini menjadi penting, mengingat bobot perlengkapan yang mereka bawa bisa menjadi sangat berat.
“Gimana caranya saat travelling tuh bawa barang nggak kebanyakan, sebab si Noah tuh sempat sebelum perjalanan itu si peralatannya bisa (sampai) satu ton,” ungkap Ariel, menyoroti pentingnya manajemen barang bawaan dalam setiap perjalanan mereka.
Strategi Mengatasi Kelebihan Bagasi
Salah satu strategi yang diterapkan oleh Ariel dan timnya adalah menggabungkan beberapa barang ke dalam satu koper, selama masih memungkinkan. Dengan cara ini, mereka dapat mengurangi jumlah koper yang harus dibawa secara keseluruhan.
- Menggabungkan barang-barang yang dapat dimasukkan ke dalam satu koper.
- Memprioritaskan barang-barang yang benar-benar diperlukan untuk pertunjukan.
- Menilai peralatan yang bisa disewa di lokasi tujuan.
- Merencanakan perjalanan dengan cermat untuk menghindari barang yang tidak perlu dibawa.
- Berkoordinasi dengan penyelenggara acara terkait perlengkapan yang tersedia di lokasi.
Ariel menambahkan bahwa kadangkala, kelebihan berat barang bawaan disebabkan oleh peralatan teknis yang sebenarnya tidak selalu perlu dibawa dari Jakarta. Misalnya, mixer yang biasanya sudah tersedia di banyak kota besar, namun mereka sering kali terpaksa membawanya sendiri.
Perlunya Persiapan yang Matang
Dalam beberapa kasus, kebutuhan teknis yang diharapkan sudah tersedia di lokasi tidak selalu terpenuhi. “Kadang-kadang penyebab berat itu karena yang awalnya nggak harus bawa mixer jadi harus bawa mixer. Kadang-kadang riders kalau main di Jakarta, Bandung, atau Surabaya mixernya biasanya ada aja,” jelas Ariel.
Namun, situasi bisa berbeda saat Noah tampil di kota-kota lain. Terkadang, peralatan yang mereka butuhkan tidak tersedia dalam kondisi yang memadai, sehingga mereka lebih memilih untuk membawa perlengkapan sendiri demi memastikan kualitas pertunjukan tetap terjaga.
Situasi yang Berbeda di Setiap Kota
Ariel memberikan contoh konkret mengenai hal ini. “Tapi kadang-kadang di kota ketiga, mixernya diganti, nggak ada, atau rusak. Jadi mending sekalian bawa sendiri aja,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan kesiapan yang matang dalam setiap penampilan di luar kota.
Tantangan kelebihan bagasi ini bukan hanya dialami oleh Noah. Belum lama ini, grup musik Juicy Luicy juga mengalami masalah serupa saat hendak tampil di festival musik. Hal ini menyoroti betapa pentingnya pengelolaan barang bawaan dalam industri musik.
Polemik Kelebihan Bagasi Juicy Luicy
Masalah serupa juga dihadapi oleh Juicy Luicy saat mereka membatalkan penampilan di festival musik XYZ Liveground di Batam. Pembatalan ini terjadi setelah rombongan mereka mengalami masalah dengan kelebihan bagasi saat berangkat. Mereka harus membayar biaya tambahan di bandara, yang akhirnya mempengaruhi perjalanan mereka secara keseluruhan.
Setelah mengalami komunikasi terkait masalah tersebut, Juicy Luicy memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Akibatnya, banyak pihak yang merasa kecewa, termasuk promotor acara yang sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk penampilan grup tersebut.
Dampak Pembatalan Pertunjukan
Pihak promotor mengungkapkan kekecewaan mereka melalui pernyataan resmi di media sosial. Mereka menjelaskan bahwa berbagai persiapan untuk acara telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum pembatalan tersebut. “Biaya persiapan telah dikeluarkan. Tiket perjalanan telah diterbitkan. Akomodasi telah disiapkan,” tulis mereka, menyoroti bahwa semua tim produksi dan ekosistem acara telah bekerja keras untuk memastikan kesuksesan festival.
- Biaya persiapan yang sudah dikeluarkan oleh promotor.
- Tiket perjalanan yang telah diterbitkan untuk semua anggota.
- Akomodasi yang telah disiapkan untuk grup musik.
- Tim produksi yang bekerja keras untuk memastikan acara berlangsung dengan lancar.
- Perencanaan yang matang untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Hingga saat ini, Juicy Luicy belum memberikan penjelasan resmi mengenai masalah kelebihan bagasi yang mengakibatkan pembatalan penampilan mereka. Dalam situasi ini, perhatian publik juga tertuju pada vokalis grup, Uan, yang diketahui menghilang dari media sosial.
Pentingnya Manajemen Barang Bawaan bagi Musisi
Pengalaman Ariel dan Juicy Luicy menunjukkan bahwa manajemen barang bawaan yang baik sangat krusial bagi setiap musisi yang melakukan perjalanan. Kelebihan bagasi tidak hanya mempengaruhi biaya, tetapi juga dapat berimbas pada kehadiran dan performa mereka di panggung. Oleh karena itu, penting bagi setiap grup musik untuk memikirkan strategi yang tepat dalam mengatur barang bawaan.
Dalam menghadapi tantangan ini, beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:
- Memprioritaskan barang-barang yang benar-benar diperlukan untuk penampilan.
- Menggunakan teknologi untuk mencatat dan mengatur barang bawaan.
- Berkoordinasi dengan penyelenggara acara tentang peralatan yang tersedia di lokasi.
- Mengetahui aturan kelebihan bagasi dari maskapai penerbangan yang digunakan.
- Melakukan evaluasi setelah setiap perjalanan untuk perbaikan di masa depan.
Dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, para musisi dapat menghindari masalah kelebihan bagasi yang dapat mengganggu jadwal dan performa mereka. Ini adalah pelajaran berharga bagi semua profesional di industri musik, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh untuk tampil di depan penggemar.
➡️ Baca Juga: 733 Warga Terpengaruh Banjir di Deliserdang, Upayakan Penanganan Segera
➡️ Baca Juga: Pencarian Jurnalis Hilang Lanjut, Tim SAR Banten Kumpulkan Informasi dari Pulau Sebesi




