Donny Fattah, Bassis God Bless dan Perintis Skena Rock Indonesia: Profil Menyeluruh

Indonesia sedang berduka. Donny Fattah, salah satu pendiri dan bassist band legendaris God Bless, telah memenuhi panggilan Tuhan pada tanggal 7 Maret 2026. Pria yang lahir dengan nama Jidon Patta Onda Gagola ini berusia 76 tahun saat meninggal dan telah memberikan kontribusi yang tak terhitung jumlahnya pada skena musik rock di negara ini. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang perjalanan hidup dan karir Donny yang penuh warna, mari kita kenali lebih dekat profil singkat dari pria ini.
Biodata Donny Fattah
Nama Lengkap: Jidon Patta Onda Gagola
Nama Panggung: Donny Fattah
Tempat Lahir: Makassar, Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir: 24 September 1949
Tanggal Kematian: 7 Maret 2026
Usia: 76 Tahun
Band: God Bless (1973–2026)
Pekerjaan: Musisi, bassis
Tahun Aktif: 1965-2026
Peran Donny Fattah dalam God Bless
Donny Fattah dikenal sebagai jantung ritmis dari God Bless. Sebagai bassist, dia bukan hanya memberikan nada dasar yang kokoh untuk melodi yang dimainkan oleh band ini, tapi juga menjadi bagian integral dari generasi perintis yang membentuk identitas rock Indonesia sejak awal tahun 1970-an. Karir musiknya dimulai pada tahun 1965, ketika dia bergabung dengan band Harbour Beat bersama Bartje Van Houten dan Minggus Tahitoe. Ia juga berkolaborasi dalam proyek grup musik Fancy Junior pada tahun 1968.
Periode ini membentuk karakter permainannya menjadi agresif, improvisatif, dan penuh energi di atas panggung. Bahkan, permainan bass Donny sering disebut sebagai salah satu yang paling berpengaruh di kawasan ini. Dia membawa teknik funky thump, yang diciptakan oleh pemain bass Stanley Clarke, ke kawasan Asia Tenggara. Gaya ini kemudian menjadi tren di antara pemain-pemain lokal maupun negara tetangga.
Pendirian God Bless
Saat musik rock Barat mulai memengaruhi skena musik di kota-kota besar di Indonesia, Donny Fattah bersama Ahmad Albar, Alm. Jockie Soerjoprajogo, dan Alm. Fuad Hassan mendirikan Crazy Wheels yang kemudian menjadi cikal bakal God Bless pada 5 Mei 1973. Dalam perjalanan panjangnya, Donny bukan hanya memainkan bass, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kreatif band yang membentuk karakter rock Indonesia lewat lagu-lagu klasik dan konser monumental sejak era 1970-an.
Donny Fattah terlibat dalam peluncuran lima album serta dua single hit bersama God Bless. Selama perjalan karier lebih dari lima dekade, grup tersebut menjadi kelompok paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Tanah Air. Band ini dikenal lewat lagu-lagu ikonik seperti “Huma di Atas Bukit”, “Semut Hitam”, hingga “Rumah Kita” yang menjadi bagian penting dari sejarah musik populer Indonesia. Meski usia band telah melewati lima dekade, para personel God Bless tetap aktif tampil di berbagai panggung.
Karya dalam Proyek-Proyek Musik Lain
Di luar God Bless, Donny juga aktif dalam berbagai proyek musik lainnya. Salah satunya adalah proyek bersama sang adik, Alm. Rudy Gagola, bernama D&R. Duo ini lahir di tengah kepadatan jadwal tampil God Bless sekitar tahun 1974-1976. Album perdana D&R, Bawaku Serta (1975), menghasilkan beberapa hit seperti “Mimpi” dan “Datanglah Trang”.
Ketika God Bless vakum, Setiawan Djody mengajak Donny untuk memperkuat formasi Kantata Takwa tahun 1990 bersama Iwan Fals, Sawung Jabo, Alm. Jockie Surjoprajogo, Alm. WS Rendra, dan Alm. Innisisri. Mereka menghasilkan tiga album: Kantata Takwa (1990), Kantata Samsara (1997), dan Kantata Revolvere (2002).
Selain itu, ia juga diajak Ian Antono untuk memperkuat formasi Gong 2000 di tahun 1990. Ia turut andil menghasilkan tiga album rekaman: Bara Timur (1991), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Kemudian, dua album konser lainnya, yaitu Live in Jakarta 1992 dan 1 jam bersama Gong 2000.
Tribute to Donny Fattah
Kepergian Donny Fattah tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar God Bless dan musik rock Indonesia. Dedikasinya selama puluhan tahun di panggung musik menjadikannya salah satu bassis paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. Dia meninggalkan warisan yang tidak akan pernah dapat digantikan dan akan selalu dikenang sebagai salah satu pilar penting dalam sejarah musik rock Indonesia.
➡️ Baca Juga: Kemdikbud Terapkan Pembatasan Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
➡️ Baca Juga: Gagalnya 10 Pemain Mount Pleasant Masuk AS Jelang Pertandingan Melawan LA Galaxy di Concacaf Champions Cup 2026



