5 Negara Menyambut 100 Portraits Tecno Bersama Angélica Dass secara Resmi

Dalam era di mana teknologi dan seni saling berinteraksi, proyek terbaru dari Tecno berkolaborasi dengan seniman visual Angélica Dass menjadi sorotan penting. Dengan judul “100 Portraits of Becoming”, proyek ini tidak hanya sekadar menawarkan potret, tetapi juga menggali cerita mendalam dari 100 individu dari lima negara. Diluncurkan di Hong Kong pada 28 September 2026, inisiatif ini akan berlangsung selama dua tahun dan bertujuan untuk menampilkan keanekaragaman pengalaman manusia. Dengan fokus pada narasi personal, Tecno dan Dass berupaya memperluas pemahaman kita tentang identitas di tengah kemajuan teknologi.
Memperkenalkan Proyek 100 Portraits of Becoming
Proyek “100 Portraits of Becoming” merupakan kolaborasi yang menarik antara Tecno dan Angélica Dass, seorang fotografer ternama yang dikenal dengan karya-karya yang menyoroti keindahan keragaman manusia. Melalui inisiatif ini, Tecno berusaha untuk tidak hanya menampilkan wajah-wajah dari berbagai latar belakang, tetapi juga mendengarkan cerita yang mendefinisikan mereka.
Peserta dari lima negara—Kenya, Filipina, Arab Saudi, Turki, dan Brasil—akan berbagi kisah mereka yang unik. Setiap potret akan menjadi representasi dari perjalanan hidup individu, yang berfokus pada pengalaman pribadi dan bukan sekadar identitas sosial atau budaya. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperlihatkan bagaimana setiap orang mendefinisikan diri mereka sendiri dalam konteks pilihan dan pengalaman hidup.
Peran Teknologi dalam Representasi Manusia
Dalam proyek ini, Tecno dan Dass tidak hanya menyoroti pentingnya cerita di balik setiap potret, tetapi juga membahas peran teknologi dan kecerdasan buatan dalam fotografi. Mereka mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat mempengaruhi cara kita melihat dan memahami manusia, termasuk dalam hal pengenalan wajah dan kategorisasi sosial.
- Penggunaan teknologi pencitraan yang inklusif.
- Memperkenalkan Universal Tone untuk merepresentasikan warna kulit secara akurat.
- Menggali cerita personal di balik setiap potret.
- Menempatkan hubungan antara fotografer dan subjek sebagai inti dari proses.
- Menggunakan smartphone Tecno untuk menangkap momen-momen berharga.
Kenya: Bab Pertama Proyek
Kenya menjadi negara pertama yang menampilkan 20 potret dalam proyek ini. Setiap individu memiliki cerita tersendiri yang menyoroti berbagai aspek kehidupan, dari tantangan hingga keberhasilan. Misalnya, Alex Mutua Muli, seorang petani, memutuskan untuk tetap di komunitasnya dan mendirikan Goshen Farm Exporters untuk membantu petani lokal mengakses pasar yang lebih luas. Keberanian dan komitmennya menunjukkan bagaimana satu individu dapat membawa perubahan positif di komunitasnya.
Selain itu, Alexander Odhiambo dan teman-temannya membangun perusahaan perangkat lunak dari apartemen kecil mereka di Nairobi, menciptakan peluang bagi talenta lokal dan memajukan industri teknologi di Afrika. Sementara itu, Jelimo Cheboi berinisiatif mendirikan GirlSkate Nairobi untuk memberikan ruang bagi perempuan dalam komunitas skateboard yang didominasi laki-laki. Ketiga kisah ini memperlihatkan kekuatan individu dalam menciptakan perubahan.
Filipina: Beyond Many Labels
Setelah Kenya, proyek ini akan berlanjut ke Filipina dengan bab yang berjudul “Beyond Many Labels”. Di sini, 20 individu akan berbagi cerita yang menggambarkan kehidupan mereka sebagai orang tua tunggal dan tantangan yang dihadapi. Proyek ini bertujuan untuk menyoroti pengalaman di luar label sosial, mengeksplorasi tema-tema seperti ambisi, keluarga, dan pilihan hidup sehari-hari.
Konsep “diskarte” juga akan diangkat, menekankan kemampuan individu untuk beradaptasi dan mencari solusi dalam menghadapi tantangan. Kisah-kisah ini akan memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan orang-orang yang mungkin sering terabaikan oleh narasi umum, sekaligus menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk mengatasi kesulitan.
Arab Saudi, Turki, dan Brasil: Melanjutkan Perjalanan
Setelah selesai di Filipina, proyek ini akan menjelajahi Arab Saudi pada akhir 2026, dilanjutkan dengan Turki dan Brasil pada tahun 2027. Setiap negara akan memberikan perspektif unik, menambah keragaman narasi yang ditawarkan dalam “100 Portraits of Becoming”. Dengan total 100 potret dan kisah yang berbeda, proyek ini berusaha untuk menciptakan mosaic dari pengalaman manusia di seluruh dunia.
Dalam setiap bab, Tecno dan Angélica Dass berkomitmen untuk menggunakan teknologi terkini, seperti Tecno Camon 50 Ultra 5G untuk Kenya dan Tecno Camon Slim 5G untuk Filipina. Ini menunjukkan dedikasi mereka untuk memberikan kualitas terbaik dalam setiap potret yang dihasilkan.
Menjadi Bagian dari Perubahan
Proyek ini bukan hanya sekadar pameran seni, melainkan sebuah gerakan untuk merayakan keanekaragaman dan kekuatan individu. Dengan menempatkan pengalaman pribadi di pusat perhatian, “100 Portraits of Becoming” berusaha untuk menginspirasi orang lain dan mendorong diskusi lebih dalam tentang identitas dan representasi dalam masyarakat saat ini.
Melalui kolaborasi ini, Tecno dan Angélica Dass memberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam cerita-cerita yang mungkin tidak terdengar, memotivasi individu untuk merayakan perjalanan mereka sendiri sambil menghargai perjalanan orang lain. Dengan demikian, proyek ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan pengalaman hidup, menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang keragaman yang ada di dunia.
➡️ Baca Juga: Pemkab Jayawijaya Dorong Penguatan UMKM Berbasis Adat untuk Pembangunan Ekonomi Lokal
➡️ Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp5.000 Menjadi Rp2,718 Juta per Gram pada Jumat 28 Agustus




