journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

Panduan slot online terukur untuk kontrol lebih baik

Teknik slot online efisien agar kontrol lebih optimal

Pragmatic Play siapkan bagi-bagi bonus giok festival dengan vurn rate tinggi

Mahjong Ways datangkan bagi-bagi bonus golden festival dengan vurn rate tinggi

Alasan slot online bertema mesir kuno selalu menjadi favorit

Strategi bermain slot online dengan pendekatan lebih terukur

Panduan lengkap cara kerja rng pada slot online modern

Slot online dengan jackpot random yang sering muncul di pencarian

Kapan berpindah ke slot dengan volatilitas tinggi saat gacor

Kapan waktu paling tepat menghentikan spin saat slot hilang gacor

Memilih situs toto slot online yang terpercaya

Memahami volatilitas pg soft sebelum memulai spin

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus thunder strike dengan multiplier besar

Habanero berikan bagi-bagi bonus golden fortune festival dengan hadiah menarik

2 cara membedakan slot asli dan palsu saat deposit

4 kesalahan persepsi tentang rtp slot gacor pemula

Kapan waktu bermain slot pg soft dengan volatilitas tinggi

Cara bijak mengelola waktu bermain slot online

Strategi analitik pola permainan slot online

Konsep terstruktur pemahaman data slot online

Starlight Princess berikan bagi-bagi bonus ratu bintang dengan jalur istimewa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel ekspres dengan kejutan seru

Teknik eksploratif evaluasi permainan slot online

Pola adaptif analisa rtp slot online

Tips slot online modern untuk keseimbangan lebih stabil

Trik slot online praktis berbasis kontrol lebih konsisten

Psikologi menghadapi kekalahan slot online tetap tenang

Tips menjaga emosi saat bermain mahjong ways

Tips slot online terarah dengan keseimbangan lebih terarah

Rahasia slot online analitik dengan ritme lebih baik

Teknik slot online praktis untuk keseimbangan lebih terarah

Tips slot online cerdas untuk ritme lebih terarah

Mahjong Ways 2 bagikan bagi-bagi bonus dragon energy dengan jp paus mudah

Mahjong Ways luncurkan bagi-bagi bonus golden festival dengan fitur spesial

2 cara membedakan slot asli dan slot abal abal online

Berapa persen pemain indonesia percaya dengan jam gacor slot

Gates of Olympus berikan bagi-bagi bonus petir legendaris dengan kejutan besar

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus zeus treasure dengan hadiah beruntun

5 pilihan gacor pg soft selain mahjong

Cara menang slot online mahjong ways

Panduan slot online terukur dengan pengelolaan lebih stabil

Tips slot online terbaru berbasis kontrol lebih terarah

Sweet Bonanza tawarkan bagi-bagi bonus dragon treasure wave dengan fitur spesial

Wild Bounty Showdown datangkan bagi-bagi bonus phoenix rise dengan fitur spesial

Daftar slot online dengan tema luar angkasa yang sedang tren

Strategi memanfaatkan promo slot online untuk pengalaman lebih baik

Panduan memilih provider slot online yang punya reputasi baik

Slot online dengan fitur mini game yang menambah keseruan

Slot online terpercaya rtp live pg soft

Trik zeus gacor pragmatic vs pg soft

Memahami volatilitas pg soft sebelum memulai spin

Memilih situs toto slot online yang terpercaya

Starlight Princess hadirkan bagi-bagi bonus celestial star dengan efek menawan

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus aurora fortune dengan cahaya menawan

Berapa batas maksimal kemenangan slot gacor versi bank lokal

Berapa persen rtp minimal agar slot online layak dimainkan

Mengapa slot online gacor harus pakai akun demo dulu

Siapa pakar slot yang sering bagi pola gacor

Konsep analitik evaluasi game slot online

Teknik efektif pemahaman slot online

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus ledakan scatter dengan fitur terbaru

Starlight Princess berikan bagi-bagi bonus galaksi bintang dengan nilai eksklusif

Dimana mendapatkan pola slot gacor gratis

Kapan rtp slot pg soft update setiap hari

Trik slot online terarah dengan performa lebih baik

Trik slot online terukur untuk keseimbangan lebih efisien

Mengapa tetap tersenyum saat kalah itu penting

Strategi anti frustrasi menghadapi pola slot acak

Cara slot online modern agar ritme lebih baik

Strategi slot online logis berbasis hasil lebih optimal

Trik slot online cerdas agar strategi lebih terarah

Trik slot online efektif berbasis stabilitas lebih efisien

PG Soft hadiahkan bagi-bagi bonus simbol panda gold dengan keuntungan maksimal

Wild Bounty Showdown datangkan bagi-bagi bonus phoenix rise dengan petir spektakuler

Slot gacor 2026 apa saja yang berubah dari tahun lalu

3 ritual pemain slot gacor sebelum memulai permainan

PGSoft menghadirkan bagi-bagi bonus lucky treasure dengan fitur menarik modern

PGSoft sajikan bagi-bagi bonus fortune dragon dengan kejutan setiap hari

Mahjong Ways pg soft mood hoki

PG Soft terlengkap 2025 slot gacor

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

repository.stiesia.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

ejournal.stikku.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

journal2.unusa.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Adek NurhadiArief SukmaraBeritaGolf ThailandIndra PutraKerugian NegaraKorupsi PertaminaMuhammad Umar SaidPT PISSidang TipikorYoki Firnandi

Hakim Adek Nurhadi Cecar Saksi Pertamina soal Golf di Thailand, Ungkap Aliran Dana Rp 70 Juta

— Paragraf 1 —

Ketua Majelis Hakim Adek Nurhadi mencecar Muhammad Umar Said, Manager Shipping Business Development PT Pertamina Internasional Shipping (PT PIS), terkait perjalanan golf di Thailand. Pertanyaan ini diajukan dalam sidang lanjutan kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.

— Paragraf 2 —

Umar Said dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Direktur Gas Petrochemical PT PIS, Arief Sukmara, dan Direktur PT Petro Energi Nusantara sekaligus Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi, Indra Putra.

— Paragraf 3 —

Perjalanan Golf di Thailand Terungkap di Persidangan

— Paragraf 4 —

Hakim Adek Nurhadi secara lugas meminta Umar Said untuk menceritakan inisiator perjalanan golf tersebut. “Itu yang punya inisiatif siapa? Yang golf?” tanya Nurhadi.

— Paragraf 5 —

Awalnya, Umar memberikan jawaban yang umum, sehingga hakim menegurnya agar memberikan keterangan yang sejujurnya, mengingat majelis hakim telah membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas namanya.

— Paragraf 6 —

Umar kemudian menyebutkan beberapa nama petinggi Pertamina, termasuk Arief Sukmara yang merupakan salah satu terdakwa, serta Direktur Utama PT PIS Yoki Firnandi, yang juga terdakwa dalam berkas perkara terpisah. “Jangan berubah lagi. Kalau berubah, ada dasarnya untuk berubah ya. Saya bertanya baik-baik. Jadi, yang saya minta tuh kejujuran saudara. Saudara sudah bersumpah. Jangan berubah-berubah enggak jelas,” tegas Hakim Adek memperingatkan.

— Paragraf 7 —

Detail Agenda dan Pembiayaan Golf

— Paragraf 8 —

Mendalami perencanaan dan pembiayaan acara golf, Umar menjelaskan bahwa ia dan beberapa orang lainnya diajak oleh Yoki Firnandi untuk bermain golf ke Thailand. “Golf ke Thailand saja gitu kan. Terus diminta untuk bawa alatnya sama tiket beli sendiri seperti itu. Sama nanti kita bayar sendiri seperti itu,” jelas Umar.

— Paragraf 9 —

Agenda golf ini berlangsung pada tahun 2014, setelah Pertamina menyelesaikan pengadaan dengan beberapa pihak swasta. Berdasarkan persidangan sebelumnya, sekitar 21 orang ikut dalam acara tersebut, baik dari pihak swasta maupun internal Pertamina.

— Paragraf 10 —

Kedua terdakwa, Arief Sukmara dan Indra Putra Harsono, turut serta dalam acara ini. Selain itu, hadir pula Yoki Firnandi, VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Agus Purwono, Direktur Feedstock dan Product Optimization PT KPI Sani Dinar Saifuddin, serta beberapa nama lainnya.

— Paragraf 11 —

Dari pihak swasta, beberapa nama yang ikut adalah Direktur Utama PT JMN Ario Wicaksono, Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara (PT JMN) Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak Gading Ramadhan Joedo.

— Paragraf 12 —

Umar menerangkan bahwa awalnya semua peserta berencana membayar sendiri. Namun, proses pemesanan hotel dan lapangan golf lebih dahulu dilakukan serta dibayar oleh Dimas Werhaspati. Akibatnya, Umar menyetor Rp 70 juta kepada Dimas sebagai pembayaran dari peserta dari PT PIS. “Saya bayar ke Pak Dimas kurang lebih Rp 70 juta, yang mulia, untuk dari teman-teman PIS,” lanjutnya.

— Paragraf 13 —

Uang tersebut merupakan transferan dari para petinggi PT PIS dengan angka yang bervariasi. Arief Sukmara disebut memberikan Rp 20 juta, Yoki mentransfer Rp 10 juta, dan Mantan Direktur Operasi PT PIS Brilian Perdana yang juga ikut golf, mentransfer Rp 10 juta. Beberapa orang lain juga mengirimkan uang kepada Umar, namun tidak dirinci dalam sidang.

— Paragraf 14 —

Hakim menyinggung pengakuan Dimas dan saksi lainnya yang menyebut total biaya golf mencapai Rp 380 juta. “Tahu ndak saudara, dapat informasi ndak, itu biaya secara keseluruhan dari perusahaan Dimas itu menyampaikan ada sekitar Rp 300-an juta biaya keluarnya?” cecar Hakim Adek. Umar mengaku baru mendengar informasi tersebut saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang pada 15 Januari 2026.

— Paragraf 15 —

Lebih lanjut, acara golf ini juga dihadiri oleh pihak di luar Pertamina dan PT JMN yang disebut Umar sebagai “brokers”. Umar mengaku baru mengenal orang-orang tersebut dalam acara golf di Thailand dan tidak mengetahui banyak detail karena bukan dia yang mengundang para peserta.

— Paragraf 16 —

Latar Belakang Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah

— Paragraf 17 —

Kasus yang menjerat Indra Putra dan Arief Sukmara masih merupakan satu rangkaian dengan berkas perkara sebelumnya, yaitu dari kasus Beneficial Owner PT OTM dan PT JMN, Muhamad Kerry Adrianto Riza dkk. Proyek penyewaan tiga kapal aset PT JMN diyakini merugikan negara senilai 9.860.514,31 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 9,8 juta dollar AS dan Rp 1.073.619.047,00 atau sekitar Rp 1,07 miliar.

— Paragraf 18 —

Muhamad Kerry Adrianto Riza telah dinyatakan bersalah dan divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 2,9 triliun subsider 5 tahun penjara. Sementara itu, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT JMN, Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT JMN sekaligus Direktur Utama PT OTM, Gading Ramadhan Joedo, masing-masing divonis 13 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari penjara.

— Paragraf 19 —

Para terdakwa diyakini menyebabkan kerugian keuangan negara senilai total Rp 25.439.881.674.368,30 atau sekitar Rp 25,4 triliun dan 2.732.816.820,63 dollar AS atau sekitar 2,7 miliar dollar AS.

— Paragraf 20 —

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026.

➡️ Baca Juga: Syifa Hadju Pernah Bertemu Al El Dul dengan Rencana yang Sangat Matang

➡️ Baca Juga: B50: Ciri Khas Indonesia yang Mengubah Lanskap Industri Otomotif Global

Related Articles

Back to top button