29 Sekolah Pascabencana Siap Digunakan Setelah Revitalisasi, Meningkatkan Semangat Belajar Siswa!

Revitalisasi 29 sekolah di Provinsi Aceh yang telah selesai menunjukkan betapa pentingnya pendidikan di tengah situasi pascabencana. Kini, sekolah-sekolah tersebut siap digunakan kembali, dan hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi siswa dan guru yang telah menanti-nantikan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal kembali. Dengan kondisi sekolah yang lebih baik, diharapkan semangat belajar siswa juga dapat meningkat.
Peresmian Sekolah Pascabencana
Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah meresmikan 29 sekolah yang telah direvitalisasi. Peresmian tersebut berpusat di SMA Negeri 1 Meureudeu. Program revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin, yang mengapresiasi dedikasi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Menurutnya, sektor pendidikan adalah sektor yang paling cepat berkembang pascabencana di Aceh. Ini berkat kerja keras Menteri Mu’ti dan timnya melalui program-program prioritas Kemendikdasmen.
Revitalisasi Sebagai Pemantik Semangat
Murthalamuddin menambahkan, keberhasilan program revitalisasi ini bukan hanya sebagai pemulihan infrastruktur pendidikan, namun juga menjadi pemantik bagi seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk terus bangkit pascabencana banjir di Aceh.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya untuk terus bersemangat dan berjalan maju, menatap masa depan pendidikan yang lebih cemerlang bagi warga Aceh.
Revitalisasi Berjalan dengan Baik
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan bahwa pelaksanaan program revitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya berjalan dengan lancar dan bertahap. Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 3 TK, 16 SD, 4 SMP, 4 SMA, dan 2 SMK.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana. Sibral berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya dan memberikan kesempatan belajar yang lebih baik untuk semua warga sekolah.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Lebih lanjut, Sibral berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjalin dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada daerahnya.
Peresmian sekolah dan kunjungan Menteri Mu’ti diharapkan dapat membawa semangat baru untuk peningkatan pendidikan di Pidie Jaya.
Komitmen Kemendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Kerjasama ini berhasil membangun sejumlah sarana dan prasarana pendidikan sebagai pilar dalam upaya bersama mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus melanjutkan program revitalisasi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Program revitalisasi akan diprioritaskan kepada tiga wilayah atau tiga kategori: sekolah yang terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, dan sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sekolah Hasil Revitalisasi
Adapun 29 sekolah hasil revitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya antara lain TK Negeri TGK Chik Diuteun Bayu, TK TGK Dibatee Puteh, TK Negeri Malahayati, SD Negeri 2 Panteraja, dan sejumlah sekolah lainnya. Mereka kini siap untuk digunakan dan melayani proses pembelajaran yang lebih baik bagi siswa dan guru.
➡️ Baca Juga: Ramadan dan Idulfitri Mendorong Pertumbuhan Positif Industri Halal Indonesia
➡️ Baca Juga: Ketua DPRD Lampung Hadiri Puncak Hari Pers Nasional 2026




