PKK Berau Dorong Ibu Berikan ASI Eksklusif demi Pencegahan Stunting

Berau – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengambil langkah proaktif untuk mendorong para ibu yang baru melahirkan agar secara konsisten memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada anak-anak mereka. Ini bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah upaya penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan perkembangan optimal anak, serta untuk mengurangi risiko stunting yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan.

Peran Penting ASI Eksklusif dalam Pertumbuhan Anak

Ketua PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan pentingnya ibu yang baru melahirkan untuk mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kesehatan mereka. Dengan cara ini, produksi ASI dapat dimaksimalkan, sehingga kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik. “Dengan memberikan ASI eksklusif, kita tidak hanya menjamin kesehatan anak, tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan stunting,” ungkapnya.

Statistik Stunting di Berau

Penting untuk dicatat bahwa Pemkab Berau memiliki target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen. Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) resmi tahun 2024, prevalensi stunting di wilayah ini tercatat sebesar 23,4 persen. Dalam pencatatan rutin pada tahun 2025, angka tersebut diharapkan turun menjadi 21,7 persen.

Program Pemerintah untuk Mengatasi Stunting

Pemkab Berau melaksanakan berbagai program untuk menanggulangi masalah stunting. Beberapa inisiatif ini antara lain:

Peran PKK dalam Pemberdayaan Keluarga

Di sisi lain, peran PKK juga sangat krusial dalam upaya ini. Melalui 10 program pokok PKK yang berfokus pada gizi, kesehatan, dan pola asuh, organisasi ini berupaya memberdayakan keluarga. Edukasi khusus ditujukan kepada ibu hamil dan ibu dengan anak usia 0–2 tahun, yang merupakan kelompok yang paling rentan.

Mengoptimalkan Edukasi kepada Ibu

PKK Berau gencar melakukan sosialisasi kepada para ibu dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah saat peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu. Pada kesempatan ini, Sri Aslinda bersama pengurus PKK mengunjungi ibu-ibu yang baru melahirkan di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb.

Kunjungan Spesial di Hari Kemerdekaan

Dalam kunjungan tersebut, tercatat satu bayi lahir tepat pada momen Hari Kemerdekaan, sementara empat ibu lainnya masih menunggu proses persalinan. Ini menjadi momen bersejarah yang tidak hanya mengingatkan akan pentingnya memberikan ASI eksklusif, tetapi juga menjadi simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Memberikan Dukungan kepada Ibu

Pada kesempatan itu, Sri Aslinda tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menyerahkan bingkisan kepada ibu-ibu yang baru melahirkan, termasuk bingkisan untuk dua bidan purnatugas di Ruang Ponex. “Mudah-mudahan anak-anak yang lahir di hari bersejarah ini selalu sehat dan menjadi anak yang saleh serta salehah. Berikan ASI eksklusif hingga dua tahun agar kebutuhan gizi anak tercukupi dan tidak mengalami stunting,” harapnya.

Manfaat ASI Eksklusif bagi Anak

Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat yang tidak bisa diabaikan, antara lain:

Pentingnya Kesadaran dan Edukasi

Kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dapat membantu para ibu memahami manfaat ASI dan cara memproduksinya secara optimal. Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam memastikan ibu dapat memberikan ASI eksklusif tanpa hambatan.

Strategi Mendorong ASI Eksklusif

Agar para ibu dapat dengan mudah memberikan ASI eksklusif, beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi:

Kesimpulan dan Harapan

Upaya PKK Kabupaten Berau dalam mendorong pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam pencegahan stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, diharapkan target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai. Setiap ibu memiliki peran penting dalam memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan ASI eksklusif demi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan untuk Mahasiswa Agar Uang Saku Tahan Lebih Lama Setiap Bulan

➡️ Baca Juga: Harga Minyak Meningkat di Asia, Investor Perhatikan Dampak Perang Iran

Exit mobile version