Menjelang Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah-langkah preventif yang signifikan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Ini adalah upaya yang sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ternak di seluruh wilayah, mengingat pentingnya peran ternak dalam perayaan tersebut.
Langkah Pencegahan yang Dijalankan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung, Lili Mawarti, menyatakan bahwa tindakan pencegahan yang komprehensif sedang diimplementasikan untuk menghentikan penyebaran PMK. Menurutnya, banyak ternak yang terinfeksi adalah yang belum menerima vaksinasi ulang. Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para peternak tentang pentingnya vaksinasi ulang.
Pentingnya Vaksinasi Ulang
Vaksinasi ulang menjadi kunci dalam menjaga kesehatan ternak. Dengan melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan, risiko penularan PMK dapat diminimalkan. Pemprov Lampung telah merencanakan vaksinasi dan pengobatan secara berkelanjutan, terutama di daerah sentra ternak, untuk memberikan rasa aman bagi peternak menjelang Hari Raya Idul Adha.
Distribusi Vaksin dan Obat-obatan
Pemerintah Provinsi Lampung telah menerima pasokan vaksin PMK sebanyak 338.000 dosis, serta obat-obatan dan desinfektan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada Maret 2026. Pasokan ini meliputi 120 botol antibiotik, 72 botol analgesik, 60 botol multivitamin, 2.500 strip atau bolus obat cacing, dan 100 liter desinfektan.
Lili Mawarti menjelaskan bahwa distribusi ini akan dilakukan bersamaan dengan vaksinasi tahap kedua yang direncanakan di awal April 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PMK di wilayah tersebut.
Komunikasi dan Edukasi untuk Peternak
Kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait PMK merupakan bagian penting dari strategi untuk melindungi kesehatan ternak di Lampung. Pemprov berkomitmen untuk menjaga status Lampung sebagai lumbung ternak nasional, sesuai dengan visi untuk meningkatkan sektor peternakan dan kesehatan hewan.
- Vaksinasi pertama minimal umur ternak tiga bulan.
- Vaksin kedua diberikan enam minggu setelah vaksin pertama.
- Pengulangan vaksinasi dilakukan setiap enam bulan atau satu tahun.
- Prosedur vaksinasi mengikuti standar operasional yang ketat.
- Partisipasi aktif peternak sangat diperlukan dalam upaya ini.
Penyuluhan di Daerah Terdampak
Salah satu langkah proaktif yang dilakukan adalah penyuluhan di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan menyikapi laporan kejadian PMK yang terjadi di wilayah tersebut. Pada tahun 2026, Kabupaten Lampung Timur juga telah mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 40.000 dosis, dengan 6.500 dosis telah didistribusikan, dan 6.000 dosis tambahan akan dialokasikan di awal April ini.
Strategi Pengendalian Lainnya
Selain vaksinasi, terdapat beberapa strategi lain dalam pencegahan dan pengendalian PMK. Langkah-langkah ini mencakup:
- Pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah yang terinfeksi.
- Penghilangan sumber virus melalui stamping out atau pemotongan paksa.
- Peningkatan imunitas ternak dengan terapi suportif.
- Pencegahan infeksi sekunder.
- Peningkatan biosecurity di lingkungan peternakan.
Memahami Penyakit Mulut dan Kuku
Penyakit mulut dan kuku adalah infeksi virus yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini dapat menular dengan cepat, melalui udara, kontak langsung, dan alat transportasi yang terkontaminasi. Dalam populasi ternak, tingkat penularan bisa mencapai 100%, dengan risiko kematian pada ternak dewasa mencapai lima persen. Meski demikian, PMK dapat diobati dan penularannya dapat dicegah dengan langkah-langkah yang tepat.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan peternak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi ternak. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang PMK, diharapkan peternak dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan.
➡️ Baca Juga: Foto: Simulasi evakuasi darurat melalui jalur udara di Kota Bogor
➡️ Baca Juga: Kawasan Wisata Religi Banten Lama Menarik Banyak Peziarah Selama Libur Lebaran
