Mengapa Nomor 10 Messi Tidak Dapat Dipensiunkan dari Timnas Argentina? Simak Penjelasannya.

Ketika Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasionalnya pada 7 Oktober 2026, setelah kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, sorotan langsung tertuju pada nomor punggung ikonik yang dikenakannya, yaitu nomor 10. Keputusan untuk tidak memensiunkan nomor ini oleh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memunculkan perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Apa sebenarnya yang menjadi alasan dibalik keputusan ini? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai regulasi FIFA yang berpengaruh serta makna yang terkandung dalam nomor 10 Messi.
Sejarah dan Makna Nomor 10 di Argentina
Nomor 10 merupakan simbol prestise dalam dunia sepak bola, terutama di Argentina. Sejak lama, nomor ini telah diidentikkan dengan para pemain hebat, termasuk Diego Maradona dan Lionel Messi. Keduanya tidak hanya membawa nama mereka ke pentas dunia, tetapi juga meninggalkan warisan yang mendalam bagi sepak bola Argentina.
Messi, yang mulai mengenakan nomor 10 sejak 2009, telah menjadi ikon bagi generasi pemain muda. Dalam wawancara, Messi pernah menyatakan, “Nomor ini selalu memiliki arti khusus bagi kami, setiap pemain ingin mengenakannya.” Ini menunjukkan betapa besar harapan dan ekspektasi yang melekat pada nomor tersebut.
Prestasi Messi Bersama Timnas Argentina
Selama kariernya yang gemilang bersama Albiceleste, Messi telah menorehkan sejumlah prestasi yang luar biasa. Beberapa pencapaian pentingnya antara lain:
- Memenangkan dua trofi Copa América secara beruntun pada 2021 dan 2024.
- Membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar.
- Menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Argentina dengan 126 gol internasional.
- Mencatatkan 208 penampilan di level internasional.
- Mendapatkan berbagai penghargaan individu, termasuk Ballon d’Or dan FIFA World Player.
Dengan segala pencapaian tersebut, tidak mengherankan jika banyak yang berpendapat bahwa nomor 10 Messi layak untuk dipensiunkan sebagai bentuk penghormatan.
Tradisi Pensiun Nomor Punggung di Olahraga
Di berbagai cabang olahraga, memensiunkan nomor punggung adalah salah satu bentuk penghormatan tertinggi bagi atlet yang telah memberikan kontribusi signifikan. Dalam NBA, misalnya, tradisi ini sangat umum. Mendiang Kobe Bryant, yang memiliki nomor 8 dan 24, serta Bill Russell yang nomor 6-nya dipensiunkan di seluruh liga, adalah contoh nyata dari penghormatan tersebut.
Namun, tradisi ini tidak begitu umum dalam sepak bola. Beberapa klub besar pernah memensiunkan nomor tertentu untuk menghormati pemain legendaris. Contohnya, Liverpool memensiunkan nomor 20 untuk mengenang Diogo Jota yang meninggal dunia pada 2025, dan Ajax Amsterdam yang memensiunkan nomor 14 milik Johan Cruyff.
Regulasi FIFA dan Batasan Pensiunan Nomor
Meski AFA ingin memberikan penghormatan kepada Messi dengan memensiunkan nomor 10, regulasi FIFA menghalangi langkah tersebut. Aturan FIFA menyatakan bahwa setiap tim nasional yang mendaftarkan skuad resmi, seperti pada Piala Dunia, diwajibkan menggunakan nomor punggung secara berurutan dari 1 hingga 26. Hal ini berarti jika nomor 10 dipensiunkan, tim akan menghadapi kesulitan dalam memenuhi jumlah pemain yang terdaftar.
Pada tahun 2002, AFA juga mengalami situasi serupa saat berusaha memensiunkan nomor 10 milik Diego Maradona. Permintaan tersebut ditolak FIFA, dan nomor legendaris itu tetap digunakan, termasuk oleh Ariel Ortega. Namun, untuk laga uji coba, AFA masih memiliki kelonggaran dalam penomoran, sehingga mungkin saja nomor 10 tidak akan digunakan dalam beberapa pertandingan non-resmi.
Pewaris Nomor 10: Siapakah yang Layak Menggantikan Messi?
Setelah pensiunnya Messi, pertanyaan besar yang muncul adalah siapa yang akan menjadi pewaris nomor 10 di timnas Argentina. Nomor ini memiliki beban besar dan ekspektasi tinggi, sehingga pemilihan pemain yang tepat sangat penting. Beberapa nama yang muncul sebagai calon pengganti termasuk:
- Nico Paz (Como) – gelandang kreatif yang memiliki kemampuan luar biasa.
- Franco Mastantuono (Real Madrid) – pemain muda berbakat dengan bakat menjanjikan.
- Alexis Mac Allister (Liverpool) – pemain senior yang bisa menjadi alternatif.
- Pemain muda lainnya yang sedang berkembang di liga-liga Eropa.
Memilih pewaris nomor 10 bukanlah hal yang mudah, mengingat sejarah panjang dan prestisius yang menyertainya.
Menjaga Warisan Messi
Keberhasilan Messi selama kariernya tidak hanya diukur dari gelar dan trofi yang diraih, tetapi juga dari dampaknya terhadap sepak bola Argentina secara keseluruhan. Generasi muda kini memiliki panutan yang nyata dalam diri Messi, dan dengan tidak memensiunkan nomor 10, AFA menunjukkan bahwa warisan tersebut akan terus hidup dan memberi inspirasi bagi pemain-pemain selanjutnya.
Dalam konteks ini, nomor 10 Messi tidak hanya sekadar angka di punggung, tetapi simbol harapan, mimpi, dan keberhasilan. Dengan demikian, meskipun tidak dipensiunkan secara resmi, nomor ini akan terus dikenang dan diabadikan dalam sejarah sepak bola Argentina.
Kesimpulan: Nomor 10 Messi, Lebih dari Sekadar Angka
Keputusan untuk tidak memensiunkan nomor 10 Messi oleh AFA memang membawa pro dan kontra. Namun, dengan mempertimbangkan regulasi FIFA dan makna yang terkandung dalam nomor tersebut, keputusan ini bisa dipahami. Nomor 10 akan terus menjadi bagian dari identitas timnas Argentina, mengingatkan kita akan perjalanan luar biasa Messi dan memberikan motivasi bagi generasi penerus yang ingin mengikuti jejaknya di dunia sepak bola.
➡️ Baca Juga: AS Mengeluarkan Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme Secara Resmi
➡️ Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Aksi Global untuk Atasi Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial




