Inter Milan Kembali Menang Melawan Udinese dengan Skor 5-3 Setelah Tertinggal

Inter Milan kembali menunjukkan ketangguhan dan semangat juang yang tinggi saat bertanding melawan Udinese dalam lanjutan Serie A 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Selasa dini hari WIB, 15 September 2026, ini menjadi saksi kebangkitan luar biasa Nerazzurri setelah sempat terpuruk dengan tertinggal dua gol di awal laga. Dalam momen dramatis, Inter berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dengan skor 5-3, sekaligus mempertahankan rekor sempurna mereka di liga.
Awal yang Mengejutkan dari Udinese
Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, Udinese menunjukkan performa yang mengesankan. Pada menit kesembilan, James Abankwah berhasil mencetak gol pertama setelah menyundul umpan dari Unai Gomez, menaklukkan kiper Inter, Josep Martinez. Gol ini membawa Udinese unggul 1-0 dan mengejutkan para pendukung tuan rumah yang berharap timnya bisa tampil dominan.
Inter mencoba merespons, tetapi gagal menemukan ritme permainan yang diharapkan. Ketika pertandingan memasuki menit ke-16, Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese setelah menerima umpan dari Keinan Davis. Dengan posisi 2-0, tekanan semakin meningkat pada Inter yang harus berjuang keras untuk mengembalikan situasi.
Inter Mencari Jalan Kembali
Setelah tertinggal dua gol, Inter mulai meningkatkan intensitas permainan mereka. Pada menit ke-26, Carlos Augusto berhasil mencetak gol pertama untuk Inter dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihalau oleh kiper Udinese, Maduka Okoye. Gol ini memberikan harapan baru bagi para penggemar dan membangkitkan semangat tim.
Momentum semakin berpihak kepada Inter ketika Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-35. Dia memanfaatkan umpan dari Marcus Thuram, membuat skor menjadi 2-2 sebelum turun minum. Hal ini menunjukkan bahwa Inter tidak menyerah meskipun berada dalam tekanan.
Babak Kedua yang Mengagumkan
Memasuki babak kedua, Inter tampil lebih agresif. Hasilnya, pada menit ke-57, Marcus Thuram mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Andy Diouf, mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk Inter. Taktik dan strategi yang diterapkan oleh Cristian Chivu mulai membuahkan hasil yang positif.
Inter terus menekan dan berhasil menambah keunggulan pada menit ke-67. Francesco Pio Esposito mencetak gol setelah memanfaatkan umpan dari Piotr Zielinski, membawa Inter menjauh dengan skor 4-2. Suasana di Stadion Giuseppe Meazza berubah menjadi riuh, dengan dukungan penuh dari para suporter yang bangga melihat performa tim mereka.
Pesta Gol Inter Milan
Keberhasilan Inter tidak berhenti di situ. Pada menit ke-79, Ange Bonny, yang baru saja masuk sebagai pengganti, menyambut bola rebound setelah tendangannya yang pertama ditepis oleh Okoye, menambah koleksi gol tim menjadi 5-2. Dengan dominasi yang jelas di babak kedua, Inter menunjukkan kelas mereka sebagai salah satu tim terkuat di Serie A.
Udinese tidak menyerah begitu saja dan berhasil mencetak gol hiburan ketika Idrissa Gueye mencetak gol pada menit ke-90+1. Meskipun gol tersebut tidak mengubah hasil akhir, itu menunjukkan bahwa Udinese tetap berjuang hingga detik terakhir.
Statistik dan Posisi Klasemen
Kemenangan ini membuat Inter Milan mengumpulkan total 12 poin dari empat pertandingan yang telah dijalani, menjadikan mereka berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A. Mereka hanya kalah selisih gol dari AS Roma yang menempati posisi teratas. Di belakang Inter, Como dan Lazio berada di posisi ketiga dan keempat dengan selisih dua poin.
- Inter Milan: 12 poin
- AS Roma: 12 poin (selisih gol lebih baik)
- Como: 10 poin
- Lazio: 10 poin
- Udinese: 4 poin (posisi 13)
Respons Setelah Kekalahan di Liga Champions
Kemenangan melawan Udinese juga menjadi respon positif bagi Inter setelah kekalahan 2-1 dari Real Madrid dalam ajang Liga Champions. Kemenangan ini menunjukkan bahwa tim asuhan Cristian Chivu memiliki mentalitas yang kuat dan mampu bangkit dari keterpurukan.
Di sisi lain, Udinese mengalami kekalahan kedua berturut-turut setelah sebelumnya kalah dari Lazio. Tim ini perlu segera berbenah untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen, yang saat ini menjadikan mereka berada di urutan ke-13 dengan total empat poin.
Susunan Pemain
Berikut adalah susunan pemain kedua tim dalam pertandingan tersebut:
Inter Milan
- Josep Martinez
- John Stones (Benjamin Pavard 62′)
- Manuel Akanji
- Alessandro Bastoni (Federico Dimarco 70′)
- Andy Diouf
- Nicolo Barella
- Piotr Zielinski (Aleksandar Stankovic 82′)
- Henrikh Mkhitaryan (Curtis Jones 62′)
- Carlos Augusto
- Marcus Thuram (Ange Bonny 70′)
- Francesco Pio Esposito
Udinese
- Maduka Okoye
- James Abankwah
- Christian Kabasele
- Enzo Ebosse
- Mergim Vojvoda (Nicolo Bertola 74′)
- Jasper Karlstrom
- Lennon Miller (Giorgi Chakvetadze 74′)
- Hassane Kamara
- Unai Gomez (Idrissa Gueye 61′)
- Jurgen Ekkelenkamp (Sandi Lovric 80′)
- Keinan Davis (Vakoun Bayo 80′)
Dengan hasil ini, Inter Milan tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam mencetak gol, tetapi juga menegaskan bahwa mereka adalah tim yang mampu bangkit dari situasi sulit. Ini menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing untuk meraih gelar juara pada musim ini.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Perkuat Ekosistem Industri Emas Perhiasan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
➡️ Baca Juga: Gedung Berlantai 4 Akan Terhubung dengan Sistem CCTV Pemprov Jakarta untuk Keamanan Optimal




