Kemenkominfo Luncurkan Roadmap AI Nasional dan Targetkan Pusat Komputasi 1.000 MW

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkominfo) sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital sekaligus menjaga kedaulatan data nasional. Salah satu langkah penting yang diambil adalah penyelesaian Peta Jalan AI Nasional dan pengembangan infrastruktur komputasi besar dengan kapasitas mencapai 1.000 Megawatt (MW) secara bertahap. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemenkominfo, Edwin Hidayat Abdullah, pada acara peluncuran laporan tentang kesenjangan kapabilitas AI yang bekerja sama dengan OpenAI di Jakarta, pada tanggal 3 September 2026. Edwin menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya puas menjadi salah satu negara dengan pengguna AI terbesar, melainkan harus memanfaatkan teknologi ini untuk mencapai dua tujuan utama: membangun kecerdasan kolektif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Edwin menjelaskan bahwa biaya untuk menjalankan sistem AI bisa sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan biaya pelatihan datanya. Oleh karena itu, jika pemanfaatan AI tidak berkontribusi pada kecerdasan kolektif dan kesejahteraan umum, maka investasi dalam teknologi ini akan menjadi suatu pemborosan yang signifikan. Dalam hal ini, pemerintah telah menyelesaikan draf Peta Jalan AI Nasional yang kini sedang dalam proses finalisasi dan menunggu tanda tangan presiden. Dokumen ini mencakup sepuluh sektor prioritas, termasuk pendidikan, perbankan, dan industri manufaktur, serta delapan program utama yang akan dilaksanakan.
Pentingnya Kedaulatan AI
Kedaulatan dalam pengembangan AI menjadi salah satu pilar penting agar nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pengelolaan data nasional tidak sepenuhnya berada di bawah kendali asing. Edwin menegaskan bahwa saat ini, teknologi AI mutakhir masih dikuasai oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ke depan, Indonesia perlu memiliki kebijakan yang mandiri yang didasarkan pada data dan budaya lokal, serta mampu mengelola teknologi secara berdaulat.
Struktur Ekosistem Digital Nasional
Dalam menyusun ekosistem digital nasional, Kemenkominfo menggunakan analogi bangunan bertingkat empat. Fondasi atau lantai dasar berfokus pada infrastruktur fisik, mencakup:
- Konektivitas serat optik
- Satelit
- Pusat data
Lantai pertama adalah infrastruktur virtual yang mencakup komputasi awan, kapasitas pemrosesan komputasi, dan keamanan siber. Lantai kedua meliputi platform teknologi dan model bahasa besar (Large Language Models/LLM). Puncaknya adalah lantai ketiga, yang berfungsi sebagai implementasi aplikasi nyata dan berbagai kasus penggunaan di sektor industri produktif.
Investasi dan Kolaborasi untuk Infrastruktur Komputasi
Untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat, Indonesia membuka peluang untuk kolaborasi investasi berskala besar. Pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas komputasi sebesar 1.000 MW hingga tahun 2032. Rencana awal akan dimulai pada 2027 dengan target 200 MW, yang diperkirakan memerlukan investasi awal sekitar USD 8,5 miliar. Edwin menjelaskan bahwa transformasi ini berlandaskan pada formula 5-6-3, yang terdiri dari lima lapisan ekosistem AI, enam faktor pemampu, dan tiga sasaran akhir.
Enablers dalam Pengembangan AI
Enam faktor pemampu yang diidentifikasi dalam pengembangan AI mencakup:
- Percepatan penetrasi jaringan 5G nasional dari 10 persen saat ini menjadi 50 persen pada tahun 2030
- Skema permodalan investasi berjenjang untuk riset hingga UMKM
- Pembinaan talenta AI domestik
- Insentif pasar
- Peran regulator sebagai katalisator untuk mengurangi beban inovasi sektor swasta
Dengan proyeksi nilai ekonomi AI yang dapat mencapai ratusan miliar dolar pada tahun 2030, penguatan infrastruktur dan regulasi diharapkan dapat membuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang pasif tetapi juga mengisi seluruh lapisan rantai pasok teknologi.
Menjaga Etika dalam Pengembangan AI
Pemerintah juga merumuskan panduan etika AI yang bertujuan untuk memastikan bahwa tata kelola teknologi dilakukan secara bertanggung jawab. Panduan ini penting agar pengembangan AI tidak menghambat ruang inovasi di sektor swasta. Edwin menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara regulasi dan inovasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan teknologi.
Strategi Jangka Panjang untuk AI di Indonesia
Kemenkominfo berkomitmen untuk mengembangkan strategi jangka panjang dalam pemanfaatan AI yang tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi masyarakat. Ini termasuk mengintegrasikan teknologi AI dalam berbagai sektor, seperti pendidikan dan kesehatan, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
Kesimpulan
Dengan peluncuran Peta Jalan AI Nasional dan rencana pembangunan pusat komputasi berkapasitas besar, Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk kemajuan bangsa. Upaya ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat, sangat penting agar Indonesia dapat mengoptimalkan potensi AI secara maksimal.
➡️ Baca Juga: Kementerian PU Atasi Retakan di Tol Cisumdawu KM 207+350, Jamin Keamanan Lalu Lintas
➡️ Baca Juga: Park Serpong Perluas Area Bisnis untuk Mendukung Pertumbuhan Kawasan yang Pesat




