BFI Finance Raih Pembiayaan Baru Sebesar Rp5,5 Triliun untuk Pertumbuhan Bisnis

Di tahun 2026, dunia masih bergulat dengan ketidakpastian yang diakibatkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Situasi ini memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi global dan berimbas pada dinamika ekonomi domestik serta tingkat konsumsi masyarakat. Dalam konteks ini, kinerja industri jasa keuangan, termasuk sektor multifinance di Indonesia, menghadapi tantangan yang cukup berat. Namun, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tetap berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkahnya.
Pembiayaan BFI Finance: Tangguh di Tengah Ketidakpastian
Dengan pengelolaan risiko yang disiplin, BFI Finance menempatkan fondasi yang kokoh dalam menjaga kualitas portofolio sekaligus memastikan ekspansi usaha yang terukur. Pada kuartal pertama tahun 2026, BFI Finance berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun. Angka ini menunjukkan stabilitas yang signifikan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, mencerminkan daya tahan bisnis perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini juga menunjukkan konsistensi BFI Finance dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin dalam pengelolaan risiko.
Sutadi, Presiden Direktur BFI Finance, menyampaikan optimisme perusahaan dalam menjaga postur risiko yang sehat. “Dengan pengalaman yang telah teruji, kami percaya dapat terus mengantisipasi volatilitas pasar dan menjaga dasar keberlanjutan bisnis kami,” ujarnya. BFI Finance tetap fokus pada pengembangan portofolio yang seimbang, dengan pembiayaan kendaraan roda empat, baik untuk refinancing maupun pembelian unit, mendominasi dengan kontribusi sebesar 68,1%.
Komposisi Portofolio Pembiayaan
Pembiayaan yang disalurkan oleh BFI Finance tidak hanya terbatas pada kendaraan roda empat. Komposisi portofolio perusahaan juga mencakup berbagai sektor, antara lain:
- Pembiayaan kendaraan roda dua: 8,0%
- Pembiayaan alat berat dan mesin: 15,0%
- Pembiayaan beragun properti dan lainnya: 8,9%
Dengan kontribusi yang beragam ini, BFI Finance menunjukkan kemampuannya dalam merespons kebutuhan pasar yang berbeda-beda, sambil tetap menjaga kualitas pembiayaan yang baik.
Kualitas Pembiayaan Terjaga
Hingga akhir Maret 2026, kualitas pembiayaan BFI Finance tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat sebesar 1,57% dan 0,25%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang mencatatkan NPF bruto sebesar 2,78% per Februari 2026. BFI Finance juga menjaga tingkat pencadangan yang memadai, dengan rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali.
Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 3,1% year-on-year. Laba bersih perusahaan pada periode yang sama tercatat mencapai Rp354,3 miliar, mencerminkan rasio profitabilitas yang solid. Return on Assets (RoA) perusahaan berada di level 7,0%, sementara Return on Equity (RoE) tercatat sebesar 13,0%. Dengan rasio gearing yang terjaga di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh regulator, BFI Finance menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengelolaan risiko dan stabilitas keuangan.
Likuiditas dan Manajemen Arus Kas
Likuiditas BFI Finance juga terjaga dengan baik, berkat pengelolaan arus kas yang efektif. Pada Januari 2026, perusahaan berhasil melunasi pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen BFI Finance dalam menjaga kepercayaan investor dan kreditur.
Peringkat dan Kepercayaan Investor
Fitch Ratings Indonesia, lembaga pemeringkat terkemuka, kembali menegaskan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance di level ‘AA-(idn)’ dengan outlook stabil. Peringkat ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para kreditur dan investor terhadap kinerja dan prospek bisnis BFI Finance di masa depan. Sutadi menekankan bahwa sebagai lembaga keuangan yang independen, perusahaan akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra.
“Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Sutadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan pasar.
Strategi Pengembangan dan Pertumbuhan
Dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan, BFI Finance berfokus pada beberapa strategi kunci, antara lain:
- Mengoptimalkan diversifikasi portofolio pembiayaan.
- Memperkuat hubungan dengan mitra strategis dan investor.
- Meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi.
- Menerapkan inovasi dalam produk dan layanan.
- Menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko.
Dengan pendekatan ini, BFI Finance bertujuan untuk tidak hanya mempertahankan posisinya di pasar, tetapi juga untuk tumbuh lebih kuat meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan.
Menatap Masa Depan
Dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip kehati-hatian dan strategi pengelolaan risiko yang matang, BFI Finance berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi dinamika pasar yang selalu berubah. Perusahaan bertekad untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan nasabah, serta menjaga kualitas layanan yang tinggi.
Melihat ke depan, BFI Finance berencana untuk terus mengembangkan produk pembiayaan yang lebih beragam dan relevan, serta menjalin kerjasama yang lebih erat dengan berbagai sektor industri. Dengan demikian, perusahaan berupaya untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menambah nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan segala pencapaian dan strategi yang telah ditempuh, BFI Finance siap menghadapi tantangan di masa depan dan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri pembiayaan di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Ji Chang-wook Tiba di Jakarta dan Segera Main Padel di Gandaria
➡️ Baca Juga: Baznas Kaltim Bantu 200 Anak Yatim Duafa Melalui Program Bahagia Anak Yatim: Inisiatif Optimalisasi Kesejahteraan



