Ruang Kelas Darurat di SMAN 2 Mereudeu, Kabupaten Pidie Jaya Aceh Resmi Dibuka: Solusi Pendidikan di Masa Krisis

Pendidikan adalah pilar pembangunan suatu bangsa. Namun, apa jadinya ketika infrastruktur pendidikan dihadapkan pada tantangan berat seperti bencana alam? Situasi ini dialami oleh siswa dan guru di SMA Negeri 2 Mereudeu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang bangunan sekolahnya rusak parah akibat bencana banjir. Namun, bukan berarti mereka menyerah. Sebaliknya, mereka menunjukkan ketahanan dan semangat belajar yang luar biasa dengan dibukanya ruang kelas darurat. Turut hadir dalam peresmian ini adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menyemangati peserta didik dan menyerahkan bantuan buku.

Ruang Kelas Darurat sebagai Solusi Pendidikan di Masa Krisis

Proses pembelajaran pasca-bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya menghadapi tantangan yang berat. Sebagai solusi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu. Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemulihan infrastruktur pendidikan pasca-bencana.

“Saya berada di sini hari ini untuk meresmikan enam RKD dan menyerahkan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Menteri Mu’ti pada Selasa, 10 Maret 2026.

RKD ini dibangun sementara menunggu rekonstruksi gedung sekolah utama. Menteri Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mempercepat proses rekonstruksi. “Ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain yang mendukung proses pembelajaran,” tambahnya.

Kepala Sekolah dan Siswa Menyambut Positif Adanya RKD

Muhammadiah, Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemendikdasmen atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. SMA Negeri 2 Mereudeu merupakan salah satu sekolah yang paling parah terdampak bencana banjir pada akhir November 2025 lalu.

“Kami sangat berterima kasih atas peresmian 6 RKD ini. Kunjungan Menteri Mu’ti menjadi momentum bagi kami untuk bangkit dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya. Muhammadiah juga mengungkapkan bahwa sekolahnya akan mendapatkan bangunan baru yang akan dibangun oleh Kemendikdasmen dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Selain kepala sekolah, siswa SMA Negeri 2 Mereudeu juga merasa senang dengan adanya RKD. Salah satunya adalah Israqiah yang sebelumnya belajar di tenda darurat dengan beralaskan kain terpal. “Senang sekali bisa kembali belajar di ruang kelas. Proses pembangunan RKD ini sangat cepat dan ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis,” kata Isra.

Peresmian RKD sebagai Titik Balik Pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya

Peresmian enam RKD ini dipandang sebagai titik balik dalam pemulihan proses pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya. Ziadatul Una, siswi SMA Negeri 2 Mereudeu, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur atas semua bantuan yang kami terima hari ini. Semoga pendidikan di kota kami bisa segera pulih dan kami dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, Menteri Mu’ti juga memberikan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp 25 juta. Di Kabupaten Pidie Jaya sendiri, terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun.

Pembangunan dan Pemulihan Infrastruktur Pendidikan Pasca-Bencana

Pembangunan dan pemulihan infrastruktur pendidikan pasca-bencana merupakan upaya yang penting dan perlu dilakukan dengan cepat. Seluruh bangunan gedung sekolah di SMA Negeri 2 Mereudeu akan diratakan dan kembali dibangun sesuai dengan perencanaan baru. Sebanyak 1.357 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh sekolah dan 187 sekolah lainnya akan dikerjakan bekerjasama dengan TNI AD.

Sebagai penutup, Muhammadiah, Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Menteri Mu’ti. “Semoga bantuan yang kami terima dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi seluruh warga sekolah,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Kembali Diperiksa Polisi dengan Harapan Tak Terjerat Hukuman Penjara

➡️ Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Tata Tertib oleh Anggota DPRD Lampung dalam Kasus Ban Kempes

Exit mobile version