Pemprov Lampung Dukung Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa untuk Energi Berkelanjutan

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rajabasa menjadi sorotan utama dalam upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan. Dalam sebuah audiensi yang diadakan pada 7 Oktober 2026, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung proyek ini. Dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, dukungan ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai ketahanan energi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan Pemprov Lampung untuk PLTP Rajabasa

Dukungan yang diberikan oleh Pemprov Lampung merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pasokan energi di provinsi tersebut. Dalam audiensi yang dihadiri oleh PT Supreme Energy Rajabasa (SERB) serta perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero), berbagai aspek terkait proyek PLTP Rajabasa dibahas secara mendalam.

Gubernur Mirza mengungkapkan, “Kami menyadari bahwa pengembangan PLTP Rajabasa sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi di Lampung, terutama dengan adanya rencana pengembangan kawasan industri baru di Natar dan Bakauheni.” Ketersediaan energi yang andal diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur dan investasi di sektor industri.

Pentingnya Energi Berkelanjutan

Pengembangan PLTP Rajabasa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga berkontribusi pada transformasi ekonomi yang lebih luas. Energi baru terbarukan, khususnya panas bumi, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ketergantungan pada sumber energi fosil. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, Lampung dapat mengalokasikan anggaran lebih efisien untuk sektor-sektor lain yang juga membutuhkan perhatian.

Progres Proyek PLTP Rajabasa

Dalam pertemuan tersebut, pihak-pihak terkait membahas kemajuan yang telah dicapai dalam pengembangan PLTP Rajabasa. Di antara isu yang dibahas adalah penyelesaian izin yang diperlukan untuk memulai pekerjaan fisik di lapangan. Salah satu pencapaian penting adalah diterbitkannya Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) pada 25 September 2026.

Kementerian ESDM, PLN, dan PT SERB telah menargetkan penyelesaian amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL/PPA) pada akhir Desember 2026. Setelah semua izin dan amandemen diselesaikan, proyek ini direncanakan untuk memulai pekerjaan fisik pada awal 2027, yang mencakup pembukaan akses dan persiapan lokasi pengeboran.

Peran Pemprov dalam Proyek

Pemerintah Provinsi Lampung akan berperan aktif dalam mengawasi setiap tahapan proyek untuk memastikan kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara efektif. Koordinasi antara berbagai pihak adalah kunci untuk mengatasi kendala yang mungkin muncul, baik dari segi sosial maupun teknis.

Gubernur Mirza menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. “Kami harus menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin timbul melalui pendekatan yang tepat, agar pengembangan proyek dapat berjalan dengan baik dan kondusif,” ujarnya.

Aspek Sosial dan Ekonomi Proyek

Selain aspek teknis, Pemprov Lampung juga mengedepankan faktor sosial dalam pengembangan PLTP Rajabasa. Gubernur menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mencapai keberhasilan proyek ini. Untuk itu, berbagai pihak terkait akan dilibatkan dalam diskusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat

Proyek PLTP Rajabasa diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Selama tahap konstruksi, proyek ini diproyeksikan akan menyerap antara 1.000 hingga 2.000 tenaga kerja. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

PT SERB juga telah menyatakan komitmennya untuk memberikan prioritas hingga 80% kepada tenaga kerja dan kontraktor lokal. Selain itu, mereka juga akan mengimplementasikan program pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat.

Harapan ke Depan untuk PLTP Rajabasa

Dengan dukungan penuh dari pemprov serta koordinasi antara Kementerian ESDM, PLN, dan PT SERB, pengembangan PLTP Rajabasa diharapkan dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Proyek ini tidak hanya akan memperkuat pasokan energi di Lampung tetapi juga berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Lampung berpotensi menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam penyediaan energi berkelanjutan di Indonesia. Keberhasilan proyek ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan, serta mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Pemkab Sleman Tingkatkan Irigasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Petani

➡️ Baca Juga: Generali Indonesia Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui Komitmen pada DEI di Dunia Kerja

Exit mobile version