Di saat bulan suci Ramadan menjelang akhir, semua mata umat Muslim tertuju pada malam yang dihiasi dengan kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar. Selain beribadah dan beriktikaf, ada satu doa khusus yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW untuk konstan di bibir kita. Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh setiap Muslim di akhir Ramadan. Dalam malam ini, Allah SWT memberikan berkah, rahmat, memenuhi doa-doa, dan membuka pintu pengampunan sebanyak-banyaknya bagi para hamba-Nya.
Makna dan Keutamaan Doa Lailatul Qadar
Berjuang mencari Lailatul Qadar tidak hanya berarti menjauhkan diri dari dosa, tetapi juga membuat setiap detik berharga untuk menghindari pemborosan waktu. Selain berzikir dan berbuat baik, Nabi Muhammad SAW sangat menyarankan untuk membaca doa spesifik di malam ini. Doa yang diajarkan oleh Rasulullah adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memberi maaf. Maka ampunilah aku.”
Menurut penjelasan resmi dari organisasi Muhammadiyah, dalam doa ini kita memuji Allah dengan salah satu nama-Nya, yaitu Al-Afuwwun (Maha Pemaaf), dan mengakui bahwa Allah Tuhibbul ‘Afwa (Suka memberi maaf). Ini merupakan petunjuk halus bagi kita, bahwa jika kita ingin mendapatkan pengampunan dari Allah, kita juga harus belajar untuk menjadi individu yang pemaaf terhadap sesama manusia.
Pemahaman Filosofis Kata ‘Afuw’
Pemilihan kata ‘afuw dalam doa ini bukan tanpa alasan. Dari sudut pandang linguistik, kata ini memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu: Al-Mahuw: Penghapusan. Al-Tams: Pemindahan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk memanggil Allah dengan nama-Nya yang suci, al-‘Afuww (Yang Maha Pengampun/Pemaaf) karena berhubungan erat dengan konsep Qadar. Harapannya, melalui doa ini, Allah akan benar-benar menghapus jejak dosa-dosa kita dan memaafkan setiap kesalahan yang telah kita buat, seolah-olah dosa tersebut tidak pernah ada.
Tanggung Jawab Beribadah di Malam Lailatul Qadar
Keutamaan beribadah di malam ini ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan harapan kepada Allah, maka dia akan mendapatkan pengampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan penuh iman dan harapan kepada Allah, maka dia akan mendapatkan pengampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari).
Lailatul Qadar adalah kesempatan yang sempurna untuk memperbarui diri secara spiritual. Mari gunakan sisa malam di bulan Ramadan 1447 H ini dengan memperbanyak permohonan pengampunan kepada Allah SWT menggunakan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah, dengan harapan kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan pengampunan total.
➡️ Baca Juga: G7 Evaluasi Peluncuran Cadangan Minyak Strategis: Langkah Stabilisasi Pasar Selat Hormuz dalam Krisis
➡️ Baca Juga: Prediksi BMKG: Kedatangan Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dari Biasa
