Mendikdasmen Ajak Hentikan Kekerasan dan Soroti Konflik Global di Salat Idulfitri

Di tengah suasana perayaan Idulfitri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan pesan yang mendalam dalam khotbahnya. Ia mengajak umat Muslim untuk berkomitmen dalam mendapatkan harta secara halal dan bersih, sambil menyoroti konflik global yang masih merusak tatanan dunia. Dalam konteks ini, Mu’ti menekankan pentingnya menjalin kerukunan dan persatuan sebagai fondasi untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Pesan Kemanusiaan di Hari Raya
Dalam kesempatan yang berlangsung di Gedung Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus pada 20 Maret 2026, Mu’ti mengingatkan bahwa setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Muslim seharusnya melakukan penyucian diri secara menyeluruh. Hal ini mencakup aspek intelektual, spiritual, lingkungan, hingga material. “Keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam cara kita memperoleh dan memanfaatkan harta,” ungkap Mu’ti.
Konsep yang diperkenalkan oleh Mu’ti adalah material purity, yang menekankan pentingnya memiliki harta yang tidak hanya bersih tetapi juga diperoleh dan digunakan dengan cara yang halal. Ia menekankan, “Harta yang kita peroleh harus halal dan digunakan dengan cara yang halal pula,” sehingga mengingatkan umat agar tidak terjerumus dalam praktik-praktik yang dilarang, seperti korupsi atau tindakan batil lainnya.
Pentingnya Hidup Sederhana
Mu’ti juga mengajak umat untuk menghindari gaya hidup yang boros dan berlebihan. “Selama bulan puasa, kita dilatih untuk menahan diri. Setelahnya, kita harus mampu menjalani hidup dengan sederhana, tidak berlebihan, dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, masyarakat, serta lingkungan sekitar,” tambahnya.
Keberanian Menghadapi Konflik Global
Dalam khotbahnya, Mu’ti tidak hanya fokus pada aspek individu, tetapi juga mengajak umat untuk bersikap lebih peka terhadap situasi global yang sedang berlangsung. “Kita hidup di tengah konflik yang terus melanda berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Di saat umat Muslim merayakan Idulfitri, Mu’ti berharap momen ini bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membersihkan hati dan memperkuat nilai-nilai kebaikan. “Kita harus menjaga persatuan dan kerukunan dalam masyarakat sebagai upaya untuk mengatasi perpecahan yang disebabkan oleh konflik,” tegasnya.
Intellectual, Spiritual, dan Environmental Purity
Mu’ti juga menjelaskan tentang pentingnya intellectual purity, yang berarti membersihkan pikiran dari hal-hal negatif dan membangun pola pikir yang jernih. Selain itu, spiritual purity dilakukan dengan memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia juga menekankan environmental purity, yaitu kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan dan menghindari tindakan yang merusak alam.
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Mendekatkan diri kepada Tuhan
- Membangun pola pikir positif
- Menahan diri dari tindakan yang dilarang
- Hidup sederhana tanpa boros
Pelaksanaan Salat Idulfitri yang Khidmat
Salat Idulfitri yang dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah berlangsung dengan khidmat. Lokasi pelaksanaan yang semula direncanakan di halaman Swalayan ADA terpaksa dipindahkan ke Gedung Crystal Building UMKU karena cuaca yang kurang mendukung. Momen ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III UMKU yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus, Rizka Himawan.
Mu’ti berharap, momentum Idulfitri ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat, agar kita bisa mengatasi segala permasalahan yang ada,” ujarnya.
Pentingnya Empati dan Kepedulian Sosial
Dalam konteks yang lebih luas, Mu’ti menekankan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk saling peduli dan berempati terhadap sesama. “Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, kita harus saling membantu dan mendukung satu sama lain, terutama bagi mereka yang terimbas oleh konflik dan ketidakadilan,” tambahnya. Ini adalah panggilan untuk semua umat agar berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Dengan mengedepankan nilai-nilai tersebut, Mu’ti berharap dapat menginspirasi umat untuk berperan aktif dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan sejahtera. “Mari kita bersama-sama berjuang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, di mana setiap orang bisa hidup dengan damai dan harmonis,” tutupnya.
Dengan penekanan pada nilai-nilai kebaikan, Mu’ti mengajak semua untuk merenungkan kembali makna Idulfitri, bukan hanya sebagai perayaan semata, tetapi juga sebagai momen introspeksi untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Di tengah tantangan global yang ada, menjaga persatuan dan kerukunan adalah langkah yang sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.
➡️ Baca Juga: AZKO Mengubah Wajah Ritel Indonesia: Membuka Era Baru dengan Toko Generasi Masa Depan yang Berfokus pada Pelanggan
➡️ Baca Juga: 97 Ribu Guru Kemenag Lulus Sertifikasi dan Siap Menerima Tunjangan Baru




