Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil menunjukkan kinerja solid yang mengesankan pada kuartal I tahun 2026. Pencapaian ini terjadi di tengah berbagai tantangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik yang ditimbulkan oleh konflik di Timur Tengah, yang berdampak besar pada harga minyak dan inflasi, serta kebijakan suku bunga yang diambil oleh bank sentral di berbagai negara.
Ketahanan Model Bisnis BNI
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengungkapkan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan yang dimiliki oleh model bisnis BNI. Ketahanan ini dibangun melalui penguatan aspek fundamental, peningkatan produktivitas, dan transformasi yang berkelanjutan.
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” jelas Putrama dalam pernyataannya pada Rabu (29/4).
Langkah Proaktif dalam Penguatan Modal
Dalam upaya memperkuat basis permodalan, BNI telah mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta, setara dengan Rp11,9 triliun, pada bulan April 2026. Penguatan permodalan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas BNI dalam menghadapi potensi risiko serta memberikan ruang untuk ekspansi bisnis yang berkelanjutan dan sehat di masa depan.
Peran Strategis BNI dalam Ekonomi Nasional
BNI, sebagai bank nasional dengan kapabilitas global, menegaskan perannya sebagai kontributor aktif bagi perekonomian nasional. Tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, BNI juga berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran ini terwujud melalui berbagai inisiatif, antara lain pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, dan optimalisasi digitalisasi. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa program pembangunan dapat berjalan dengan efektif dan memberikan dampak yang luas. Sebagai contoh, dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BNI berkontribusi dengan menghadirkan solusi transaksi digital melalui Virtual Account dan BNIdirect untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Inisiatif BNI dalam Program Sosial
Pada Program Sekolah Rakyat, BNI menyediakan layanan perbankan digital yang terintegrasi, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik. Selain itu, BNI juga memperkuat ekosistem keuangan melalui Agen46. Dukungan terhadap UMKM, koperasi, dan desa terus ditingkatkan melalui pembiayaan program KDMP yang terhubung dengan Agen46, serta partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
“BNI akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Putrama.
Kinerja Keuangan yang Positif
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menyatakan bahwa kinerja keuangan BNI menunjukkan pertumbuhan yang positif dan seimbang. Hal ini ditopang oleh keberhasilan perseroan dalam memperkuat basis dana murah (CASA) yang semakin solid. Struktur pendanaan yang kuat ini berfungsi sebagai enabler bagi ekspansi kredit, sekaligus menjaga efisiensi biaya dana dan menunjukkan adanya peningkatan pangsa pasar meskipun terjadi kompetisi likuiditas yang ketat.
Pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK)
Pencapaian dana pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu pilar utama dalam kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan dana murah (CASA) BNI mencapai 26,6% YoY, menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan giro yang mencapai 39,7% YoY serta pertumbuhan tabungan yang mencatatkan angka 10,4% YoY.
- Pertumbuhan CASA 26,6% YoY
- Giro meningkat 39,7% YoY
- Tabungan tumbuh 10,4% YoY
- Total DPK Rp731,6 triliun
- Keseluruhan kinerja didukung platform digital
Peran Digitalisasi dalam Pertumbuhan CASA
Pencapaian ini bukanlah hasil instan, melainkan hasil kerja keras dari setiap lini bisnis, khususnya kinerja cabang yang didukung oleh platform digital BNIdirect dan wondr by BNI. Hingga akhir Maret 2026, BNI mampu meningkatkan pangsa pasar CASA sebesar 120 bps, dari 10,1% pada Maret 2025 menjadi 11,3% pada Februari 2026. Dampak positif dari peningkatan ini adalah efisiensi biaya dana yang lebih baik.
Platform digital juga menjadi pendorong utama dalam memperkuat pertumbuhan CASA. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta, dengan tingkat engagement yang meningkat secara signifikan. Kontribusi ini langsung berdampak pada pertumbuhan tabungan ritel. Di sisi lain, platform BNIdirect juga mencatatkan pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16% YoY, yang berperan dalam memperkuat dana giro korporasi serta meningkatkan efisiensi layanan bagi segmen bisnis.
Akselerasi Penyaluran Kredit BNI
Peningkatan CASA yang solid telah mendorong penyaluran kredit yang mencatatkan pertumbuhan sehat sebesar 20,1% YoY, mencapai angka Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sektor bisnis banking dan consumer ritel, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Struktur pendanaan yang kuat dan ekspansi kredit yang sehat turut menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1% YoY. Pada saat yang bersamaan, pendapatan non-bunga juga tumbuh 12,6%, terutama didorong oleh peningkatan fee dari transaksi yang dilakukan melalui platform digital dan e-channel. Kinerja positif ini mendukung pencapaian Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,3 triliun, yang merupakan pencapaian tertinggi jika dibandingkan dengan kuartal I tahun-tahun sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Klaim Emote Sultan dan Recall Effect Gratis: Kode Redeem ML 11 Maret 2026 untuk Peningkatan Peringkat Google
➡️ Baca Juga: Seleksi Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Riau Dimulai oleh Pemprov
