Info Arus Balik Cirebon! Kuningan–Cirebon Lumpuh, 3 Jam Tak Bergerak

— Paragraf 1 —

RADARCIREBON.TV – Puncak arus balik Lebaran 2026 benar-benar jadi ujian kesabaran. Jalur dari Kuningan menuju Cirebon berubah jadi “neraka jalanan”. Ribuan kendaraan terjebak macet panjang tanpa kepastian. Yang biasanya bisa ditempuh kurang dari satu jam, kini molor sampai tiga jam bahkan lebih.

— Paragraf 2 —

Sejak pagi, antrean kendaraan sudah mengular dari berbagai titik. Motor, mobil pribadi, hingga bus saling berdesakan. Suara klakson bersahut-sahutan, sesekali terdengar teriakan pengendara yang mulai kehilangan sabar. Banyak yang memilih turun dari kendaraan, sekadar meregangkan kaki atau mencari minum di pinggir jalan.

— Paragraf 3 —

“Dari tadi nggak gerak sama sekali. Ini udah hampir tiga jam,” keluh Rian (34), pemudik asal Jakarta yang hendak kembali setelah Lebaran di Kuningan. Ia mengaku berangkat sejak pagi dengan harapan bisa lebih cepat sampai, tapi justru terjebak di tengah puncak arus balik.

— Paragraf 4 —

Hal serupa dirasakan Siti (29), yang membawa dua anak kecil di dalam mobil. “Anak-anak udah rewel. Panas, macet, nggak ada kepastian juga kapan lancar,” ujarnya.

— Paragraf 5 —

Titik paling parah terjadi di jalur utara yang menjadi akses utama menuju Cirebon. Volume kendaraan yang datang dari berbagai arah seolah menumpuk di satu jalur. Setiap celah jalan terisi penuh. Bahkan, di beberapa titik, kendaraan nyaris tak bergerak sama sekali.

— Paragraf 6 —

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, mengakui kondisi tahun ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Lonjakan arus balik disebut mencapai sekitar 40 persen.

— Paragraf 7 —

“Pergerakan kendaraan terjadi bersamaan. Jadi beban jalan langsung tinggi dalam waktu yang sama,” ujarnya saat memantau langsung di lapangan.

— Paragraf 8 —

Ia juga merasakan sendiri dampak kemacetan tersebut. Perjalanan yang biasanya terasa singkat, kini berubah jadi maraton di atas aspal. “Ini memang puncaknya. Semua orang pulang di waktu yang hampir bersamaan,” tambahnya.

— Paragraf 9 —

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, kepolisian, hingga BPBD terus berupaya mengurai kemacetan. Rekayasa lalu lintas dilakukan, separator dipasang, dan pengaturan kendaraan diperketat. Namun derasnya arus kendaraan membuat upaya itu belum sepenuhnya efektif.

➡️ Baca Juga: Prabowo Subianto Tunjukkan Respons Positif ke Bea Cukai: Transformasi Wacana Pembubaran Menjadi Apresiasi Kinerja

➡️ Baca Juga: Temukan Rumah Subsidi Terjangkau di Ciamis, Harga Mulai Rp145 Jutaan

Exit mobile version