Dalam menghadapi permasalahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, inovasi teknologi menjadi salah satu solusi yang menjanjikan. Di Bali, akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja telah menciptakan aplikasi konseling yang diberi nama SI-Konseling Pro. Aplikasi ini merupakan sistem informasi konseling berbasis web yang mengintegrasikan teknologi Electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan, serta kearifan lokal Bali untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan pada anak.
Inovasi Berbasis Riset untuk Pendidikan
SI-Konseling Pro lahir dari Program Hilirisasi Riset Strategis dengan skema pengujian produk tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset akademis dengan kebutuhan praktis di sekolah. Dengan dukungan dari Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Bali, pengembangan aplikasi ini mendapatkan legitimasi dan keterlibatan dari berbagai pihak.
Kolaborasi dengan Berbagai Instansi
Ketua Tim pengembang, Prof. Dr. Kadek Suranata, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan instansi pemerintah setempat di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kebutuhan siswa dan mendukung guru bimbingan konseling dalam menjalankan tugas mereka.
Peran Teknologi dalam Konseling
Pengembangan SI-Konseling Pro tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru bimbingan dan konseling, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas skrining dan pendampingan siswa. Dengan memanfaatkan teknologi EEG dan kecerdasan buatan, aplikasi ini menyediakan data yang lebih terukur dan objektif dalam proses konseling.
Integrasi Kearifan Lokal dan Teknologi Modern
Prof. Suranata menekankan bahwa tujuan mereka adalah agar riset yang dilakukan tidak hanya berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi dapat bertransformasi menjadi inovasi yang benar-benar bermanfaat. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali, khususnya Tri Kaya Parisudha, yang meliputi harmonisasi pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Fitur Unggulan SI-Konseling Pro
SI-Konseling Pro dilengkapi dengan berbagai fitur yang dirancang untuk mendukung proses konseling, antara lain:
- Asesmen Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) untuk mengukur kondisi mental siswa.
- Konsultasi bimbingan konseling secara daring untuk memberikan akses yang lebih luas.
- Pelaporan kasus kekerasan yang terstruktur dan anonim untuk melindungi identitas siswa.
- Analisis EEG yang memberikan data tambahan dalam proses prakonseling.
- Dashboard interaktif yang menampilkan indikator konsentrasi dan regulasi emosi siswa.
Dashboard Interaktif untuk Informasi Lebih Lanjut
Data yang dihasilkan dari analisis EEG akan ditampilkan di dalam dashboard yang dirancang untuk memberikan informasi yang dapat digunakan oleh guru dan konselor. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi mental dan emosional siswa, serta membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam proses konseling.
Kearifan Lokal dalam Pendekatan Konseling
Integrasi nilai-nilai lokal menjadi salah satu karakteristik utama dari SI-Konseling Pro. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan keselarasan antara teknologi modern yang digunakan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Bali. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang ada.
Norma Neurofisiologis sebagai Acuan
Untuk memperkuat konteks lokal dalam pengembangan aplikasi, tim riset menggunakan baseline norma neurofisiologis dari 35 subjek di Bali sebagai acuan dalam interpretasi data. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan relevan dengan kondisi siswa di Bali.
Uji Coba di Sekolah Mitra
Inovasi SI-Konseling Pro telah melalui serangkaian uji coba di beberapa sekolah mitra yang berada di Denpasar dan Singaraja. Tim pengembang melakukan pengumpulan data baseline DASS-21 dari 400 siswa di delapan sekolah, serta melaksanakan uji pre-post test terhadap 65 siswa untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi ini.
Manfaat Nyata bagi Sekolah
Harapan dari pengembangan SI-Konseling Pro adalah agar aplikasi ini tidak sekadar berfungsi sebagai prototipe, tetapi dapat terus berkembang menjadi solusi praktis yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat memperkuat layanan konseling dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi siswa.
Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan kearifan lokal, SI-Konseling Pro menjadi langkah maju yang signifikan dalam upaya mencegah kekerasan terhadap anak. Melalui pemanfaatan aplikasi ini, diharapkan proses konseling di sekolah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga mendukung perkembangan anak dalam lingkungan yang lebih aman.
➡️ Baca Juga: Jadwal Waktu Magrib dan Buka Puasa Hari Ini di Semarang, Yogyakarta, dan Malang
➡️ Baca Juga: Sarjana Kerja di Luar Negeri: Kemendikbud Siapkan Program CDC untuk Meningkatkan Peluang Karir
